PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Kastara Research and Consulting mengungkap hasil analisis terkait kekuatan media sosial dua calon bupati (cabup) yang akan bertarung dalam Pilkada Pandeglang.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, media sosial milik cabup Fitron Nur Ikhsan dinilai lebih unggul dibandingkan rivalnya, Raden Dewi Setiani.
Keunggulan Fitron dalam penggunaan platform digital disebut-sebut mampu meningkatkan elektabilitasnya di kalangan pemilih. Terutama generasi milenial yang aktif di media sosial.
Sementara itu, Raden Dewi Setiani dianggap masih perlu memaksimalkan strategi komunikasi digital untuk mengejar ketertinggalan di dunia maya.
Direktur Kastara Research and Consulting, Muhammad Haekal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan analisis peta kekuatan medsos untuk dua pasangan Cabup Pilkada Kabupaten Pandeglang 2024, yaitu Fitron Nur Ikhsan dan Raden Dewi Setiani.
“Dalam kajian ini, kami fokus menganalisis kekuatan medsos dari dua pasangan calon, Fitron-Diana dan Dewi-Iing,” ungkap Haekal, Jumat 27 September 2024.
Analisis tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu minggu terakhir oleh Kastara Research and Consulting, dengan mempelajari aktivitas kedua pasangan calon di media sosial.
“Selama seminggu terakhir, kami melakukan kajian media terhadap Pilkada di Kabupaten Pandeglang, dimulai sejak Rabu kemarin (18/9),” tuturnya.
Haekal menjelaskan, alasan pihaknya hanya menganalisis akun medsos milik Fitron Nur Ikhsan dan Raden Dewi Setiani adalah karena keterbatasan data dari dua bakal calon bupati (Bacabup) lainnya yang maju di Pilkada Pandeglang.
“Kami hanya fokus pada dua pasangan calon ini karena ketersediaan data media sosial mereka mencukupi untuk dilakukan analisis. Kami menggunakan teknik scraping data dari akun media sosial mereka, sehingga analisis dapat dilakukan jika datanya memadai,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa analisis media sosial Pilkada Pandeglang 2024 dilakukan melalui tiga variabel utama, yaitu kekuatan media sosial, persepsi di media sosial, dan popularitas di internet serta media mainstream.
“Dalam hal kekuatan medsos, Pak Fitron unggul dalam engagement. Hal ini mungkin disebabkan oleh komunikasi politik yang dilakukan lebih efektif dan relevan dengan audiensnya,” kata Haekal
Hasil analisis menunjukkan bahwa Fitron Nur Ikhsan memiliki kekuatan media sosial yang signifikan, dengan rata-rata 93 likes, 5 komentar, dan engagement rate sebesar 8,84 persen.
Dikenal sebagai anggota DPRD Banten dan Ketua Komisi V DPRD Banten, Fitron merupakan politisi muda dari Golkar serta veteran dalam penanganan Covid-19. Namun, ia belum kuat diasosiasikan dengan pasangannya.
Sementara itu, Raden Dewi Setiani juga memiliki rata-rata 93 likes dan 12 komentar, dengan engagement rate 7,87 persen. Analisis caption menunjukkan Dewi dikenal sebagai calon Bupati Pandeglang dan sering diasosiasikan dengan Iing Andri Supriyadi. Namun, citra personalnya, seperti prestasi dan kedekatan dengan rakyat, belum muncul secara signifikan.
“Fitron juga unggul dalam volume pemberitaan, dengan namanya disebut dalam 4.040 artikel media online selama setahun terakhir dan pencarian keyword mencapai 390 kali per bulan,” ujar Haekal.
Meski Fitron lebih unggul dalam engagement di media sosial, Raden Dewi Setiani memiliki keunggulan dalam pemberitaan di media mainstream, dengan 4.530 berita yang mencatat namanya.
“Analisis persepsi menunjukkan Fitron telah membangun personal branding yang kuat, terutama terkait prestasinya dalam penanganan Covid-19. Dewi dikenal sebagai calon bupati, namun citra personalnya sebagai ‘rakyat’ atau rekam jejak prestasi sebagai birokrat belum kuat,” tambah Haekal.
Ia menekankan bahwa dalam hal engagement rate, Fitron lebih unggul dengan angka 8,84 persen.
“Kesimpulannya, Fitron Nur Ikhsan memiliki kekuatan media sosial yang lebih baik dibandingkan Dewi Setiani, terutama karena engagement rate yang lebih tinggi,” tutupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











