PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Para penggiat kopi lokal di Kabupaten Pandeglang memperingati Hari Kopi Internasional yang digelar di Gedung Juang, tepatnya di kawasan Wisata Kuliner Pandeglang Berkah.
Perlu diketahui, peringatan Hari Kopi Internasional diperingati setiap tanggal 1 Oktober sebagai bentuk apresiasi terhadap kopi, minuman yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari miliaran orang di seluruh dunia. Di balik setiap cangkir kopi, tersimpan cerita panjang mulai dari petani, pengolah, barista, hingga konsumen yang menikmati setiap tetes kenikmatannya.
Dalam acara yang berlangsung di Gedung Juang Pandeglang, turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Pandeglang Bunbun Buntaran, Staf Ahli Bupati Goenara, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Kopi Internasional ini meliputi sesi berbagi tips menyeduh kopi yang baik dan benar, serta cara meracik kopi yang nikmat untuk disajikan. Para peserta juga berkesempatan mencicipi kopi bersama-sama, sekaligus memperkenalkan kopi lokal Pandeglang yang berkualitas.
Selain itu, para penggiat kopi turut berinovasi dengan membuat kue berbahan dasar kopi, yang memberikan cita rasa dan aroma khas. Inovasi ini diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap produk kopi lokal Pandeglang.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang, Bunbun Buntaran mengatakan bahwa geliat kopi lokal di Kabupaten Pandeglang terutama jenis kopi Lalay, menunjukkan kualitas unggulan. Kopi tersebut telah dikenal karena cita rasanya yang khas.
“Sebetulnya, kopi Gunung Karang adalah yang terbaik, terutama kopi Lalay. Informasi dari para penggiat kopi menyebutkan bahwa kopi Lalay yang berasal dari Gunung Karang telah menjadi trademark di beberapa hotel di Amerika Serikat, sehingga kualitas rasanya tidak diragukan lagi,” kata Bunbun, Selasa 1 Oktober 2024.
Ia mengungkapkan bahwa kopi lokal Pandeglang telah meraih prestasi di komunitas kopi, dengan kopi Lalay menonjol berkat cita rasanya yang tak diragukan lagi.
“Kopi Gunung Karang memiliki varietas unggul. Penggiat kopi seperti Kang Maman dan Kang Beni bahkan berhasil menemukan jenis kopi langka yang hanya tumbuh di kawasan Gunung Karang,” ungkapnya.
Bunbun menekankan pentingnya kebanggaan bagi masyarakat Pandeglang atas pengakuan internasional terhadap kopi dari wilayah tersebut.
“Kita harus bangga, kopi Gunung Karang sudah diakui dunia, khususnya di Indonesia dan Banten. Kita punya jargon ‘Pandeglang punya, urang Pandeglang punya kopi’,” ujarnya.
Ia menjelaskan esensi dari peringatan Hari Kopi Internasional adalah bagaimana masyarakat Pandeglang dapat bangga memiliki varietas kopi unggulan yang telah diakui dunia. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Pandeglang.
“Kita patut bangga karena Pandeglang memiliki kopi yang diakui, seperti kopi dari Gunung Karang dengan varietas Robusta, Liberika, dan jenis lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan Diskoperindag Kabupaten Pandeglang akan selalu mendukung setiap acara yang melibatkan UMKM di wilayah tersebut, termasuk dalam pengembangan kopi lokal.
Sementara itu, penggiat kopi Pandeglang, Kang Maman menyampaikan bahwa acara peringatan Hari Kopi Internasional tahun ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari para tamu yang hadir.
“Ini pertama kalinya penggiat kopi di Pandeglang melaksanakan peringatan Hari Kopi Internasional. Sebelumnya, kopi-kopi yang tersedia belum siap untuk ditampilkan. Namun, tahun ini, kualitas kopi-kopi tersebut sudah jauh lebih baik,” jelasnya.
“Hari ini kami sepakat, bersama para sesepuh, bahwa Pandeglang memiliki kopi yang membanggakan,” pungkasnya.
Editor : Aas Arbi











