SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang telah menganggarkan anggaran sebesar Rp560 juta untuk pembangunan SMPN 2 Cikeusal yang ambruk. Anggaran untuk pembangunan sudah ditetapkan di APBD tahun 2025.
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Asep Nugraha Jaya mengatakan, pihaknya telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan ruang kelas SMPN 2 Cikeusal sejak tahun lalu dan rencana pembangunannya telah ditetapkan di tahun 2025.
“Untuk pembangunan ini di SMPN 2 Cikeusal sudah direncanakan dalam pembangunan di tahun 2025. Pembangunan ini akan menjadi prioritas dan anggaran yang kita ajukan juga sudah diketok palu,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 30 Januari 2025.
Asep mengatakan, anggaran yang diajukan unjuk melakukan renovasi gedung kelas SMPN 2 Cikeusal yang rusak berat ialah sebesar Rp560 juta. Ia mengaku, kerusakan yang dialami oleh SMPN 2 Cikeusal sudah sangat parah sehingga harus segera mendapatkan perbaikan.
“Sesuai kondisi yang kita lihat di SMPN 2 Cikeusal itu sudah sangat parah tapi ini sudah menjadi rencana pembangunan anggaran pun sudah diketok Palu. Untuk renovasi kita anggarkan kurang lebih sebesar Rp560 juta,” katanya.
Kendati sudah dianggarkan, pihaknya mengaku belum bisa memastikan kapan gedung sekolah SMPN 2 Cikeusal bisa dimulai. Ia mengungkapkan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum akhirnya proses pembangunan bisa dimulai.
“Sebenarnya kondisinya memang sudah parah, tapi untuk proses pembangunannya ada tahap-tahapan lain yang harus kita lalui. Sebelum dibangun ada tahapan lelangnya tapi Insya Allah ini akan berjalan,” jelasnya.
Ia memastikan, renovasi SMPN 2 Ciekusal akan menjadi prioritas sehingga bisa segera digunakan untuk pembelajaran. Pasalnya, akibat gedung kelas yang rusak, siswa-siswi di SMPN 2 Cikeusal menggunakan gedung-gedung kosong seperti laboratorium, aula, ruang komputer.
“Untuk sekarang kondisi peserta didik menyesuaikan saja ke ruangan-ruangan yang ada. Mereka menempati fasilitas-fasilitas yang lainnya karena pada prinsipnya siswa harus tetap belajar,” pungkasnya.
Diketahui diberitakan sebelumnya, sebanyak empat ruang yang terdiri dari tiga ruang kelas dan aatu ruang tempat penyimpanan alat olahraga di SMPN 2 Cikeusal ambruk akibat lama tidak direnovasi.
Akibatnya, gedung kelas tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah pun berharap agar pembangunan gedung kelas SMPN 2 Cikeusal bisa dilakukan di tahun ini.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











