PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bulan suci Ramadan membawa berkah bagi para penjual apem bohay putih di Kabupaten Pandeglang. Kudapan khas ini seakan menjadi menu wajib saat berbuka puasa bagi sebagian masyarakat setempat.
Setiap Ramadan, jumlah penjual apem bohay meningkat drastis. Hampir di setiap sudut pusat kota Pandeglang seperti di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.1 tepatnya di samping Jalan Kodim Pandeglang, pedagang apem bohay ini bermunculan bak jamur di musim hujan.
Fenomena ini terjadi seiring dengan tingginya permintaan terhadap apem bohay, yang dikenal sebagai kuliner khas dari Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.
Salah seorang penjual apem bohay Raiman mengatakan, apem bohay menjadi salah satu takjil favorit saat bulan Ramadan. Nama ‘bohay’ sendiri konon berasal dari sosok pembuatnya di masa lalu yang berpostur besar.
Raiman menuturkan, makanan tradisional ini selalu diburu saat Ramadan.
“Iya, setiap bulan puasa jualan apem bohay di sini. Bahannya dari tepung beras dan tape, terus ada gula merah aren buat dicocol,” kata Raiman, Rabu 5 Maret 2025.
Harga apem bohay selama Ramadan berkisar Rp15 ribu per bungkus, namun bisa naik hingga Rp20 ribu saat permintaan melonjak.
“Banyak juga yang dari luar Pandeglang cari apem bohay karena rasanya beda dari apem biasa,” ujarnya.
Dalam sehari, Raiman bisa menjual hingga 50 bungkus apem bohay dengan omzet sekitar Rp750 ribu.
“Peminatnya tinggi, baik dari Pandeglang maupun luar daerah. Apem bohay udah terkenal,” tuturnya.
Raiman berharap Apem Bohay tetap menjadi primadona takjil di bulan Ramadan tahun ini. Ia juga berkomitmen untuk menjaga kualitas agar pelanggan tetap setia.
“Ya harapannya apem bohay ini terus diminati, sambil tetap menjaga kualitas,” tutupnya.
Editor: Bayu Mulyana











