PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, Rusman Efendi, mengungkapkan bahwa partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi di Kabupaten Pandeglang masih sangat rendah.
“Secara umum, khususnya di Banten dan lebih spesifik di Kabupaten Pandeglang, pengguna KB pria masih baru di angka 2 persen,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Rusman Efendi, Senin 21 April 2025.
Ia menyebut, para pria masih cenderung enggan menggunakan alat kontrasepsi. Padahal, keterlibatan pria dalam program keluarga berencana (KB) sangat penting untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.
“Kita harapkan partisipasi pria juga bisa lebih besar lagi,” ujarnya.
Untuk meningkatkan keterlibatan pria, BKKBN mendorong program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Melalui program ini, para ayah diajak berperan aktif dalam keluarga berencana.
“Sebetulnya penggunaan KB pria itu tidak wajib, hanya saja kita mengarahkan dan mendorong agar partisipasinya bisa lebih meningkat,” jelas Rusman.
Rusman menambahkan, ada dua jenis kontrasepsi yang bisa digunakan pria, yaitu Medis Operasi Pria (MOP) dan kondom.
Editor: Abdul Rozak











