TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel mencatat terdapat 90 kasus kekerasan pada perempuan yang terjadi dalam rentang waktu Januari hingga April tahun ini.
“Sejak 4 bulan ini sekitar 90 kasus kurang lebih seperti itu. Ini menggambarkan bahwa masih ada kejadian-kejadian seperti itu,” ungkap Kepala DP3AP2KB Kota Tangsel, Cahyadi usai memperingati Hari Kartini di ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin 21 April 2025.
Cahyadi mengatakan, kasus kekerasan pada perempuan di tahun 2023 berjumlah 335 kasus, turun dibandingkan tahun 2024 sebanyak 330 kasus.
“Walaupun secara angka turun atau naik itu bukan menjadi gambaran umum tapi nyatanya ada (kasus kekerasan pada perempuan-red),” jelasnya.
Cahyadi mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan tindakan preventif menekan kasus kekerasan perempuan dengan cara bekerja sama dengan kepolisian dan Kejaksaan mendorong tindakan hukum dan sosialisasi serta juga dengan Kementerian Agama menanamkan nilai-nilai moral.
“Tapi penanganan kita adalah pertama dari sisi hukum, bagaimana hukum bisa memberikan efek jera terhadap pelaku dan lain-lain sebagainya. Kemudian ya dari sisi korban, korban itu kita melakukan upaya-upaya pendampingan dari sisi hukum dan psikologinya,” ujarnya.
“Jadi beberapa hal memang menjadi kunci penanganan supaya memang kesehatan fisik dan psikis dari korban itu bisa, dapat dipulihkan,” tambahnya.
Editor: Abdul Rozak











