SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengimbau masyarakat agar tak memaksakan anaknya masuk ke SMA dan SMK negeri. Saat ini, kuota di sekolah negeri sudah penuh dan pendaftaran juga telah ditutup.
Plt Kepala Dindikbud Provinsi Banten Lukman mengungkapkan masih ada masyarakat yang masih berharap anaknya masuk ke sekolah negeri meski kuotanya terbatas. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam mengambil keputusan untuk mendaftar ke sekolah swasta yang ikut program Sekolah Gratis.
“Tidak bisa dipaksakan anaknya masuk ke sekolah negeri, karena sudah tidak bisa. Kalau memaksa, nanti tidak masuk Dapodik dan anaknya tidak akan dapat ijazah di akhir nanti. Itu sangat merugikan,” tegasnya, Selasa, 22 Juli 2025.
Ia mengimbau masyarakat tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah negeri jika sudah tak memungkinkan. “Silakan daftar ke sekolah swasta yang ikut program Sekolah Gratis dari Pemprov Banten. Bisa daftar sampai 31 Agustus,” ungkap Lukman.
Soal kendala kurang maksimalnya pendaftaran ke sekolah swasta, Dindikbud menilai hal itu bisa disebabkan oleh persepsi masyarakat soal mutu sekolah swasta yang belum merata. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong sekolah-sekolah swasta meningkatkan kualitas layanan pendidikannya agar lebih kompetitif dan menarik minat masyarakat.
“Kalau ada sekolah swasta yang mutunya baik, tentu masyarakat tidak akan ragu. Kami pun akan terus menyosialisasikan program ini secara luas agar tidak ada anak Banten yang tidak sekolah hanya karena salah informasi atau terlalu berharap ke sekolah negeri,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Banten Deden Apriandhi Hartawan mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi sistem penerimaan murid baru (SPMB) Bersama antara SMA, SMK, dan SKh negeri dan swasta.
“Kami masih menunggu sampai Dapodik ditutup. Anak-anak yang belum sekolah bisa daftar di sekolah swasta yang masih tersedia kuotanya. Gratis,” tegas Deden.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











