LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- DINAS Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak untuk memastikan program The Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland) berjalan lancar.
Tahun 2025 ini, Pemkab Lebak mendapat bantuan program Upland untuk pengembangan ternak domba. Dimana, ada 13 kelompok ternakz.setiap kelompok ternak domba mendapat bantuan berupa 40 domba betina garut dan 4 domba garut jantan.
“Ya, pendampingan dari Kejari Lebak ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan proyek Upland berjalan sesuai dengan aturan hukum juga program Upland di Kabupaten Lebak dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang optimal bagi peternak dan masyarakat setempat,” kata Kepala Disnakkeswan Lebak Rahmat Yuniar, Senin 28 Juli 2025.
Dia berterimakasih kepada Korp Adhyaksa hang bersedia memberikan pendampingan hukum dari Kejari Lebak dalam progam Upland ini.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Kejari Lebak dalam mendampingi proyek Upland Peternakan ini. Dengan adanya pendampingan hukum, kami merasa lebih tenang dan yakin bahwa seluruh kegiatan akan terlaksana sesuai regulasi yang berlaku. Sehingga mampu mendukung pembangunan Peternakan di Kabupaten Lebak secara signifikan meningkatkan kesejahteraan peternak, dan mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.
Dia mengatakan, tahun 2025 ini, Pemkab Lebak mendapat bantuan program Upland untuk pengembangan ternak domba. Melalui Upland Project ini, pihaknya berharap adanya peningkatan produktivitas peternakan masyarakat, mulai dari pengembangan on-farm hingga off-farm.
Diharapkan melalui upland project dapat
menciptakan swasembada pangan dan daging di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lebak, sehingga ketahanan pangan menjadi lebih baik.
Proyek Upland bidang Peternakan sendiri merupakan kegiatan usaha peternakan yang komprehensif, meliputi pengembangan on-farm sampai off-farm. Program ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian atas dukungan dari Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund For Agricultural Development (IFAD).
Editor: Abdul Rozak











