PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Capaian layanan kesehatan hewan di Kabupaten Pandeglang, Januari-Juni 2025, masih tergolong rendah. Meski ada peningkatan pada layanan dalam gedung, capaian layanan luar gedung justru belum menunjukkan data signifikan. Bahkan, diperkirakan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Kasubag Tata Usaha pada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pandeglang, Nurhayati, mengungkapkan bahwa hingga Juni 2025, pihaknya mencatat 995 ekor hewan telah dilayani dalam gedung. Namun, data untuk layanan luar gedung masih dalam proses rekapitulasi.
“Kalau untuk layanan luar gedung memang belum bisa kita rekap, tapi kemungkinan ada penurunan dibanding tahun lalu,” kata Nurhayati, Rabu, 30 Juli 2025.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2024, Puskeswan mencatat layanan dalam gedung sebanyak 1.138 ekor, sedangkan layanan luar gedung mencapai 5.450 ekor.
Menurut Nurhayati, penurunan layanan kesehatan hewan di luar gedung disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan ternak dan minimnya laporan dari para peternak.
“Kalau layanan luar gedung itu kita berdasarkan laporan. Kalau tidak ada yang melapor hewannya sakit, ya kita tidak bisa turun langsung,” jelasnya.
Ia menyebutkan, layanan dalam gedung sebagian besar didominasi oleh hewan kesayangan seperti kucing, anjing, musang, lutung, dan monyet. Rata-rata setiap hari ada lebih dari 10 ekor hewan yang diperiksa.
Jenis layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vaksinasi, sterilisasi, hingga tindakan bedah ringan.
“Yang paling banyak dibawa itu kucing. Penyakit yang sering ditangani seperti skabies, flu, kembung, hingga abses,” tuturnya.
Meski begitu, pihaknya mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan tenaga medis dan belum meratanya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan.
“Saat ini kami hanya punya tiga tenaga medis yang harus melayani wilayah luas, termasuk Cibaliung, Munjul, dan Labuan. Ini tentu jadi tantangan tersendiri,” ucapnya.
Guna meningkatkan layanan, Puskeswan akan menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat dan para peternak agar lebih aktif melaporkan kondisi hewan peliharaan atau ternaknya.
“Harapannya masyarakat lebih proaktif melapor saat hewannya sakit. Kita juga akan mulai giatkan sosialisasi agar angka pelayanan meningkat,” imbuhnya.
Terkait penyakit menular, Nurhayati memastikan, belum ada laporan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pandeglang sepanjang 2025. Namun, flu burung sempat ditemukan di Kecamatan Cigeulis dan telah ditangani.
“Flu burung sempat muncul, tapi hanya di satu titik dan sudah ditangani. Tidak menyebar luas,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











