CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026 bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) menjadi perhatian serius Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon.
Salah satu isu utama dalam rapat yang digelar di Aula DPRD Cilegon, Senin 8 September 2025 adalah soal rasionalisasi belanja daerah.
Anggota Banggar DPRD Kota Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz, menyoroti tren penurunan pendapatan daerah sebagaimana tercatat dalam evaluasi APBD Perubahan 2025 oleh Gubernur Banten.
Ia mengingatkan TAPD agar tidak memasang target terlalu tinggi dan menyusun anggaran secara realistis.
“Saya mengingatkan TAPD untuk memaksimalkan pendapatan, karena tren kita menurun. Jangan sampai ada defisit jilid dua. Maka, sesuai arahan Walikota, belanja daerah harus dirasionalisasi,” kata Aziz.
Meski mendorong pemangkasan anggaran, Aziz menegaskan agar rasionalisasi tidak menyentuh belanja untuk pelayanan dasar, kebutuhan masyarakat, serta program prioritas yang sudah menjadi visi-misi kepala daerah.
“Jangan sampai pelayanan dasar dikurangi. Belanja yang dipangkas harus yang tidak penting, seperti kegiatan seremonial, honorarium, ATK, dan makan minum,” ucap Sekretaris Fraksi Gerindra tersebut.
Aziz juga mengingatkan, dengan kondisi ekonomi saat ini, TAPD sebaiknya realistis. “Pendapatan kita hanya di kisaran Rp700-800 miliar, tidak pernah menyentuh Rp1 triliun. Jadi penyusunan KUA PPAS 2026 jangan hanya bicara gengsi,” tambahnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon Robinsar menyebut pembahasan KUA-PPAS 2026 masih berlangsung antara Banggar dan TAPD.
Namun ia mengakui kemungkinan adanya rasionalisasi belanja sekitar Rp87 miliar dari target awal RPJMD. “Belanja yang tidak mendesak atau belum menyentuh masyarakat akan dikurangi,” ujar Robinsar.
Robinsar juga menyinggung adanya potensi pengurangan transfer pusat ke daerah hingga 20 persen. “Kalau bicara nasional, DAU berkurang sekitar 20 persen. Angka pastinya memang belum turun, tapi kita harus bersiap,” tandasnya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aditya











