PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Pandeglang borong laptop dengan total anggaran mencapa Rp800 juta untuk dibagikan ke 40 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri.
Laptop tersebut akan dibeli oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang.
Pemkab Pandeglang borong laptop menggunakan anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Kepal Bidang Pembinaan PAUD dan PNF pada Disdikpora Pandeglang, R. Karna Suyana mengatakan saat ini proses pengadaan masih dalam tahap pemesanan lewat e-katalog. “Sekarang masih proses pemesanan di e-katalog. Proses ini kami tunggu sampai Oktober. Jadi masih on the process,” kata Karna, Sabtu 20 September 2025.
Ia menjelaskan, bantuan hanya diperuntukkan bagi TK atau PAUD Negeri.
“Untuk 40 sekolah TK atau PAUD Negeri, kalau swasta tidak karena belanjanya di belanja modal, bukan belanja hibah,” jelasnya.
Menurut Karna, pemerintah daerah berkewajiban memprioritaskan sekolah negeri karena menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Kalau swasta kan punya yayasan. Sementara yang negeri memang tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.
Karna menambahkan, seluruh TK dan PAUD Negeri di Pandeglang saat ini belum memiliki laptop sehingga program ini menjadi prioritas.
Disdikpora Pandeglang menunjuk CV Sekar Citra Sejahtera sebagai penyedia pengadaan laptop melalui mekanisme e-katalog.
“Perusahaan ini yang terpilih karena spesifikasi yang kami keluarkan sesuai dengan harga yang ditawarkan. Jadi kompatibel,” ucapnya.
Terkait merek laptop, pihaknya tidak menentukan nama tertentu agar tidak menimbulkan kesan monopoli.
“Kalau merek, kami tidak bisa menyebutkan. Yang pasti proses ini sudah sesuai Perpres pengadaan barang dan jasa,” jelas Karna.
Untuk spesifikasi, laptop disebut memiliki prosesor dengan performa tinggi.
“Insyaallah tinggi, core i9,” ujarnya.
Karna menyebut anggaran Rp800 juta hanya dialokasikan untuk TK dan PAUD Negeri dengan pagu Rp20 juta per unit. Namun, realisasi harga diperkirakan lebih rendah.
Meski dinilai positif, sejumlah pihak mempertanyakan upaya Pemkab Pandeglang borong laptop karena hanya memprioritaskan sekolah negeri dan menutup akses bagi sekolah swasta.
Editor: Bayu Mulyana











