SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Yayasan Al-Izzah Serang menyampaikan dukungan langsung terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menemui pimpinan DPRD Kota Serang, Rabu, 24 September 2025. Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan dan menyampaikan kesiapan yayasan dalam mendukung program nasional tersebut.
Sekretaris Yayasan Al-Izzah, Wawan Mulyawan, menjelaskan bahwa yayasannya telah lama menerapkan sistem pendidikan terpadu, termasuk penyediaan makan siang bagi siswa sejak tahun 1992.
“Penyediaan makan siang bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan juga bagian dari pendidikan karakter. Karena itu, kami menyambut baik program prioritas Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), dan siap mendukung penuh. Kami memiliki pengalaman serta infrastruktur dapur sekolah yang bisa difungsikan sebagai dapur MBG,” ujar Wawan.
Yayasan mengelola langsung dapur sekolah demi menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
“Dengan dikelola langsung oleh yayasan, kami bisa mengawasi seluruh proses penyajian sehingga makanan aman, sehat, dan higienis,” jelasnya.
Untuk menjawab isu penolakan sebagian orang tua terhadap program MBG, Yayasan Al-Izzah melakukan polling internal. Hasilnya, mayoritas wali murid menyatakan dukungan.
“Dari survei tertulis yang ditandatangani wali murid, sekitar 70 persen mendukung, sementara sisanya menolak atau abstain. Kami menghargai dukungan para wali murid dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. InsyaAllah polling ini objektif karena dilakukan secara administratif dan terdokumentasi,” katanya.
Wawan juga mendorong BGN dan pemerintah daerah agar meningkatkan sosialisasi program MBG, terutama dalam hal kualitas, keamanan, dan kebersihan makanan.
“Kekhawatiran biasanya muncul jika pengelolaan dilakukan pihak luar. Namun jika yayasan yang menangani, orang tua lebih tenang. Kami pun terbuka terhadap kritik, termasuk untuk siswa dengan alergi atau kebutuhan khusus. Bahkan, jika ada wali murid yang ingin anaknya tetap membawa bekal sendiri, kami mempersilakan,” ujarnya.
Ketua Yayasan Al-Izzah, Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya memercayai standar yang ditetapkan pemerintah melalui BGN dalam pengelolaan dapur MBG.
“Kami memahami kekhawatiran orang tua. Namun SOP verifikasi dapur MBG yang dilaksanakan BGN sudah jelas mencakup standar kualitas, keamanan, dan higienitas,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Hasan Basri, menerima aspirasi tersebut dan menilai inisiatif Yayasan Al-Izzah sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.
“Program MBG adalah program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045. Tentu kita wajib mendukung dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Namun, pengawasan yang ketat tetap diperlukan,” jelas Hasan.
Hasan juga menanggapi hasil polling yayasan sebagai langkah konkret yang patut diapresiasi.
Editor : Merwanda











