CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten mencatat inflasi Kota Cilegon pada Oktober 2025 berada di posisi 2,57 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibanding inflasi Provinsi Banten sebesar 2,75 persen. Kinerja inflasi Cilegon juga tercatat sebagai salah satu yang terendah di Banten.
Hal itu disampaikan Rawindra Ardiansyah, Deputi Kepala BI Perwakilan Banten, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa 18 November 2025.
Menurut Rawindra, rendahnya inflasi Cilegon tidak lepas dari karakteristik wilayah yang bukan produsen bahan pangan.
Karena bergantung pasokan luar daerah, kestabilan harga sangat ditentukan kerja sama antardaerah.
“Kalau melihat karakteristik Kota Cilegon, memang bukan penghasil bahan pangan. Pemerintah kota juga sangat memahami itu, dan kami melihat sudah antisipatif lewat kerja sama antardaerah,” ujarnya.
Rawindra menegaskan, pasokan pangan untuk Cilegon selama ini dipenuhi dari daerah surplus di Banten.
Laporan Disperindag menunjukkan bahwa stok komoditas untuk kebutuhan hingga Desember dalam kondisi aman.
“Pasokan dipenuhi dari daerah lain yang surplus. Laporan dari Bu Kadis sudah jelas, persiapan sampai Desember aman,” ujarnya.
Menurut BI, langkah-langkah stabilisasi harga yang telah dilakukan Pemkot Cilegon juga sudah tepat.
Ketika harga masih menunjukkan kecenderungan naik, intervensi pemerintah melalui pasar murah dinilai efektif menjaga daya beli.
“Langkah stabilisasi harga sudah berjalan. Jika harga masih tinggi, pasar murah dari Pemkot sudah sesuai dan itu sangat membantu menstabilkan harga, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Rawindra.
Editor: Abdul Rozak











