PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang mengungkapkan kebutuhan anggaran perbaikan ruang kelas sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan di Kabupaten Pandeglang dengan kebutuhan anggaran Capai Rp 170 Miliar per Tahun.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Pandeglang, Wawan Munawar, mengatakan data kerusakan tersebut berdasarkan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dari total 2.043 ruang kelas SD yang rusak, sekitar 700 ruang kelas masuk kategori rusak berat, sementara sekitar 1.600 lainnya mengalami rusak ringan hingga sedang.
“Totalnya ada 2.043 ruang kelas SD yang rusak. Itu tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang,” kata Wawan saat dihubungi, Kamis 1 Januari 2026.
Meski kondisi fisik bangunan banyak yang tidak layak, Wawan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Para guru dan siswa, kata dia, tetap berupaya bertahan di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
“Alhamdulillah proses belajar mengajar masih berjalan. Anak-anak dan guru tetap bertahan, meskipun kondisinya tidak ideal. Kami juga memahami keterbatasan fiskal daerah,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikpora Pandeglang telah mengusulkan perbaikan melalui berbagai sumber pendanaan, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada tahun 2025, Disdikpora mengusulkan sebanyak 201 sekolah dasar untuk mendapatkan perbaikan. Usulan tersebut disaring dari data kerusakan ruang kelas yang tercatat di Dapodik.
“Dari 2.043 ruang kelas yang rusak, kami kerucutkan menjadi 201 sekolah yang diusulkan tahun ini. Namun, biasanya yang bisa terealisasi dari pusat melalui APBN itu sekitar 5 sampai 10 persen, mudah-mudahan bisa naik menjadi 15 sampai 20 persen,” jelasnya.
Kata Wawan, selain ruang kelas kerusakan sarana pendukung lainnya, seperti toilet sekolah dan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, seluruhnya turut diusulkan agar dapat diperbaiki bersamaan dengan revitalisasi ruang kelas.
“Kami berharap yang diperhatikan bukan hanya ruang kelas, tetapi juga utilitas dan sarana pendukung lainnya. Bahkan pembangunan ruang kelas baru juga menjadi prioritas untuk dieksekusi pada 2026,” kata Wawan.
Terkait kebutuhan anggaran, Wawan menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan, satu unit ruang kelas membutuhkan dana sekitar Rp132 juta hingga Rp135 juta. Dengan jumlah kerusakan yang ada, kebutuhan ideal untuk perbaikan mencapai sekitar Rp170 miliar per tahun.
“Kalau kita bicara rencana lima tahunan, idealnya dibutuhkan sekitar Rp170 miliar per tahun agar seluruh 2.043 ruang kelas yang rusak bisa tertangani,” ujarnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











