TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dana darurat merupakan salah satu hal penting yang perlu disiapkan untuk mencapai perencanaan keuangan yang sehat. Dana ini berfungsi sebagai “penyelamat” ketika seseorang menghadapi situasi tak terduga, seperti kebutuhan biaya pengobatan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Karena itu, penting untuk mengetahui di mana sebaiknya dana darurat disimpan agar tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa tips menyimpan dana darurat secara bijak.
1. Disimpan dalam Bentuk Uang Tunai
Salah satu cara menyimpan dana darurat adalah dalam bentuk uang tunai. Cara ini biasanya dipilih oleh orang yang tidak terbiasa menabung di bank atau lebih nyaman menyimpan uang secara langsung.
Namun, cara ini memiliki risiko yang cukup tinggi, seperti kehilangan atau pencurian. Selain itu, uang tunai juga lebih mudah diambil sehingga berpotensi digunakan untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
Untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya uang tunai disimpan di tempat yang aman, misalnya dalam brankas khusus.
2. Disimpan di Rekening Khusus
Cara lain yang lebih aman adalah menyimpan dana darurat di rekening khusus. Metode ini cukup populer karena dinilai lebih aman dibandingkan menyimpan uang dalam bentuk tunai.
Dengan rekening khusus, dana darurat tetap bisa dicairkan kapan saja ketika dibutuhkan untuk keperluan mendesak.
Namun, menyimpan uang di bank juga memiliki tantangan, salah satunya nilai uang yang dapat tergerus inflasi. Selain itu, kemudahan akses terkadang membuat dana darurat berisiko digunakan untuk kebutuhan lain yang sebenarnya tidak mendesak.
3. Investasi di Reksa Dana
Bagi sebagian orang, dana darurat juga bisa disimpan dalam instrumen investasi seperti reksa dana.
Reksa dana merupakan instrumen investasi yang menghimpun dana dari investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi.
Instrumen ini dapat menjadi alternatif karena relatif likuid sehingga dana tetap bisa dicairkan saat diperlukan.
4. Deposito
Pilihan lain untuk menyimpan dana darurat adalah melalui deposito.
Selain deposito di bank, salah satu alternatif yang kini mulai diminati adalah deposito emas.
Deposito emas dinilai cukup stabil dan likuid, sehingga dana darurat dapat disimpan dengan aman sekaligus berpotensi memberikan imbal hasil dalam bentuk gram emas.
Berapa Besar Dana Darurat yang Ideal?
Besaran dana darurat setiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi keuangan dan tanggung jawab masing-masing.
Namun secara umum, dana darurat dapat dihitung berdasarkan total pengeluaran bulanan yang terdiri dari biaya tetap, seperti sewa rumah, listrik, dan cicilan, serta biaya variabel seperti transportasi, makan, dan belanja.
Bagi seseorang yang belum memiliki tanggungan keluarga (lajang), dana darurat yang ideal biasanya setara 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan.
Misalnya, jika biaya hidup mencapai Rp2 juta per bulan, maka minimal dana darurat yang perlu disiapkan sekitar Rp6 juta.
Sementara bagi mereka yang sudah memiliki tanggungan keluarga, seperti pasangan dan anak, sebaiknya menyiapkan dana darurat lebih besar, yaitu sekitar 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.
Sebagai contoh, jika pengeluaran bulanan mencapai Rp5 juta, maka dana darurat yang ideal berkisar Rp30 juta hingga Rp60 juta.*
Editor : Krisna Widi Aria











