PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaku UMKM di Kabupaten Pandeglang mengeluhkan kenaikan harga gas Elpiji non subsidi yang 12 kilogram di tingkat agen. Harga gas elpiji 12 kilogram naik dari Rp 195 ribu menjadi Rp 248 ribu.
Kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram (Bright Gas) per 18 April 2026. Harga naik sekitar 18,75 persen sampai 25 persen.
Kenaikan harga dari sebelumnya Rp 192.000-Rp 195 ribu menjadi rata-rata Rp 228.000 per tabung sampai Rp 248.000 per tabung.
Khusus wilayah Kabupaten Pandeglang, harga gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram naik dari Rp 195.000 menjadi Rp 248.000.
Selain yang 12 kilogram, harga gas elpiji 5 kilogram juga mengalami kenaikan.
Selain 12 kg, elpiji nonsubsidi 5,5 kg juga naik menjadi sekitar Rp 107.000 sampai Rp 115.000 per tabung.
Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi memicu kekhawatiran dampak kenaikan biaya bagi UMKM. Penyesuaian harga ini mengikuti pergerakan harga energi global.
Salah satu pelaku UMKM, Daday mengeluhkan, harga gas Elpiji nonsubsidi 12 kilogram naik signifikan.
“Kenaikannya mencapai Rp 53.000 per tabung gas elpiji yang 12 kilo. Dari sebelumnya Rp 195 ribu menjadi Rp 248 ribu,” katanya, Senin, 27 April 2026.
Harga gas nonsubsidi yang naik secara signifikan ini membuat pelaku usaha terpukul. Sebab seharusnya punya untung Rp 53 ribu malahan harus dipakai buat tambahan beli gas.
“Semoga saja kenaikan harga ini tidak sampai membuat pelaku usaha gulung tikar. Khususnya yang bergerak dalam bidang resto atau makanan siap saji yang membutuhkan ketersediaan gas setiap hari,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











