SERANG – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Bernadeta Maria Erna Elastiyani mengingkatkan kepada seluruh anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten untuk menghindari gaya hidup hedonis. Hal itu disampaikan Kajati saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pertemuan Konsultasi IAD Wilayah Banten Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, pekan lalu.
Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua IAD Wilayah Banten, Koes Ardito, Ketua Daerah IAD se-Wilayah Banten serta para pengurus IAD se-Wilayah Banten.
Dalam arahannya, Kajati Banten ernadeta Maria Erna Elastiyani mengatakan, pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah penting bagi pengurus dan anggota untuk saling bertukar pikiran, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat koordinasi program kerja, khususnya yang berfokus pada aspek sosial kemasyarakatan. “Tapi yang tidak kalah penting nya adalah menjaga sikap dan penampilan anggota IAD itu sendiri, dimana pun berada. Hindari gaya hidup berlebihan, hedonis, flexing dan lain sebagainya. Sebagus apapun program kerja yang di susun, tetapi dimata masyarakat anggota IAD dipandang sombong, angkuh, dan tak beretika, program kerja yang bagus itu tidak ada artinya,” kata Bernadeta.
Bernadeta menambahkan, sebagai Pengawas IAD, Kajati Banten memiliki beban moril untuk selalu mengawasi anggota IAD. “Kesempatan ini saya sampaikan kepada seluruh anggota IAD Wilayah Banten untuk menjaga marwah organisasi dan institusi. Zaman modern yang serba digitalisasi, akan sangat mempengaruhi pandangan dan paradigma masyarakat terhadap objek yang dilihat,” imbuhnya.
Kesempatan itu juga, ia mengimbau seluruh anggota IAD agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos) dengan menjaga penampilan tetap rapi namun sederhana. “Hal ini sangat penting untuk menjaga integritas dan menghindari kecerobohan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi. Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial kita, di mana setiap postingan kita akan diakses dan dimonitor publik tanpa filter. Jangan sampai karena ketidakhati-hatian saudari sekalian dalam menggunakan medsos, kelak menimbulkan dampak negatif baik bagi karir suami maupun bagi institusi. Untuk itu, berhati-hati lah dalam bermedsos,” tegas Kajati.
Bernadeta berharap, forum ini juga bias menjadi sarana evaluasi yang mampu menjaga transparansi, akuntabilitas, serta kesinambungan organisasi agar tetap adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat luas. “IAD bukan hanya menjadi pelengkap. Tapi eksistensi IAD harus bisa memberikan sumbangsih yang nyata kepada institusi Kejati Banten,” pungkasnya.
Kegiatan semakin semarak dengan sosialisasi dan edukasi, bazar produk unggulan daerah, dan perlombaan yang mendorong kreativitas, kebersamaan, dan inovasi di lingkungan IAD Wilayah Banten. (dre/air)
Reporter : Andre AP
Editor : Aditya Ramadhan











