SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-23 tingkat Provinsi Banten tahun 2026 resmi dibuka di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin malam, 6 Juli 2026. Gelaran ini mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Banten yang Qurani, Menuju Banten yang Maju, Adil, Merata, Tidak Korupsi.”
Pembukaan MTQ Banten 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Banten dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membumikan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat. Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Juli 2026, dengan sejumlah cabang lomba yang dipusatkan di kawasan KP3B.
Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pendidikan keagamaan, termasuk madrasah aliyah swasta yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul. Menurutnya, keberpihakan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi madrasah dalam membangun sumber daya manusia Banten.
“Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian kepada madrasah aliyah swasta melalui dukungan kuota sebanyak 10.000 siswa yang tersebar di wilayah Provinsi Banten dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Andra Soni di KP3B Kota Serang, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menegaskan, kebijakan itu merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus penguatan peran madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, wawasan keislaman yang kuat, serta kecintaan mendalam terhadap Alquran.
Andra juga berharap program tersebut dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan menengah, meringankan beban masyarakat, dan memperkuat literasi Alquran di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap lahir semakin banyak generasi Qurani yang cerdas, berprestasi, moderat, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur turut mengajak seluruh kafilah untuk menjadikan MTQ sebagai ladang amal dan ajang berlomba dalam kebaikan. Ia menekankan bahwa peserta tidak hanya dituntut memperindah bacaan, menguatkan hafalan, atau menampilkan karya terbaik, tetapi juga menunjukkan kecintaan kepada Alquran melalui akhlak mulia.
“MTQ jangan hanya berhenti sebagai ajang kompetisi tahunan. MTQ harus menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat Qurani, yaitu masyarakat yang gemar membaca Alquran, memahami kandungannya, mengamalkan nilai-nilainya, dan menghadirkan manfaat bagi semua,” ucap Andra.
Ia pun secara resmi membuka pelaksanaan MTQ ke-23 tingkat Provinsi Banten tahun 2026 seraya berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan melahirkan generasi Qurani yang berilmu.
Sementara itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ Banten 2026. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan semangat membangun masyarakat yang dekat dengan Alquran.
“Alhamdulillah, kita dapat bertemu dalam rangka MTQ tingkat Provinsi Banten 2026. Saya mengapresiasi tema yang diangkat, yaitu menuju masyarakat Banten yang Qurani,” kata Abu Rokhmad.
Ia menilai MTQ merupakan sarana yang penting untuk membumikan Alquran di tengah masyarakat melalui perlombaan yang kreatif, baik dalam seni baca, pemahaman, maupun cabang-cabang lain yang berkaitan dengan Alquran.
“Ini adalah wadah umat Islam agar semakin memahami dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Sekda Banten yang juga Ketua LPTQ Banten Deden Apriandhi menyebut MTQ ke-23 bukan sekadar agenda rutin atau ajang lomba semata. Menurutnya, MTQ merupakan momentum sakral untuk menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan masyarakat.
“MTQ ini bukan hanya kompetisi tahunan, tetapi momentum untuk membumikan nilai-nilai Alquran, meningkatkan literasi Alquran di Provinsi Banten, serta menjaring generasi muda terbaik yang akan mengharumkan nama Banten di tingkat nasional,” ujarnya.
Deden menjelaskan, MTQ ke-23 tingkat Provinsi Banten digelar pada 6 hingga 10 Juli 2026 di kawasan KP3B dan tersebar di 14 venue majelis musabaqah yang telah disiapkan. Kegiatan ini diikuti kafilah dari delapan kabupaten dan kota dengan total 477 peserta.*
Editor : Krisna Widi Aria










