SERANG – Maulana Junaedi, bocah enam tahun warga Kampung Laban, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, terseret Sungai Ciujung, Minggu (3/4) sekira pukul 16.00 WIB. Korban hanyut setelah bermain di pinggir sungai yang biasa dijadikan tempat mandi warga setempat.
Awalnya, keberadaan korban di pinggir sungai diketahui salah seorang warga setempat yang kebetulan berada di lokasi kejadian dan korban pun sempat dicegah agar tidak mendekati sungai yang pada saat itu lumayan deras. Namun, korban kembali mendekati sungai hingga musibah tersebut terjadi.
Hingga Selasa (5/4), upaya pencarian korban masih dilakukan Basarnas Pos Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Banten, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang dan Banten, serta warga setempat dengan penyisiran sungai menggunakan tiga unit perahu karet. Upaya pencarian selama dua hari itu belum menemukan titik kepastian keberadaan korban.
Sejumlah tim pencarian melakukan penyisiran menggunakan perahu karet yang disediakan Basarnas, BPBD dan PMI. Tim menyebar melakukan penyisiran. Di lokasi kejadian terlihat kedua orangtua korban yang masih terlihat trauma, bahkan ibu korban memanggil-manggil korban dengan penuh harapan anaknya bisa segera ditemukan.
Sarbini, orangtua korban, mengaku mengetahui anaknya hanyut setelah dirinya pulang kerja dari daerah Kronjo, Kabupaten Tangerang. Ia terakhir bertemu dengan putra pertamanya itu pada pukul 14.00 WIB saat bermain di bengkel tidak jauh dari rumah korban. “Saat saya berangkat kerja, anak saya terlihat asyik main dan ibunya di rumah,” ujar Sarbini di lokasi kejadian, Selasa (5/4).
Peristiwa tersebut membuat istrinya, Muryati, trauma. Muryati tidak menyangka lantaran lokasi kejadian jauh dari rumah sehingga tidak memungkinkan terjangkau anak-anak. Namun, Sarbini mengaku pasrah dan berharap korban bisa segera ditemukan dalam kondisi apa pun. “Ikhtiar pencarian sedang dilakukan, ini musibah yang harus diterima,” katanya.
Pujianto, Ketua Tim Pencarian dari Basarnas Pos Banten, menjelaskan bahwa upaya pencarian sudah dilakukan selama dua hari dengan melibatkan lima anggotanya dibantu personel dari BPBD serta PMI Kabupaten Serang dan Banten. Penyisiran terus dilakukan hingga korban bisa ditemukan. “Pertama, melakukan pencarian Senin pagi. Hari ini (kemarin-red), kami akan lakukan penyisiran sampai ke laut dan sebelumnya sudah sampai daerah muara,” katanya.
Akan tetapi, pencarian tidak dilakukan pada malam hari, mengingat minimnya penerangan. Kata Pujianto, korban dipastikan dapat ditemukan, meski harus memakan waktu yang tidak bisa diperkirakan. Ia berharap, keluarga tetap tabah dan yakin korban ditemukan. “Ikhtiar pencarian terus dilakukan tim, mudah-mudahan korban cepat ditemukan, keluarga korban juga harus bersabar dan banyak berdoa,” harapnya. (Irfan/Radar Banetn)










