SERANG – Persediaan blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per tanggal 1 Oktober lalu telah habis persediaannya. Blangko itu diperkirakan baru akan tersedia kembali pada November.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Tb Urip Henus mengatakan, berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 671.13/10231/Dukcapil tanggal 29 September perihal Format Surat Keterangan sebagai Pengganti KTP-el, penduduk wajib KTP yang telah melakukan perekaman, tetapi belum mendapatkan fisik KTP-el maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang akan menertibkan surat keterangan sebagai pengganti KTP-el. “Surat keterangan itu akan berlaku selama enam bulan,” ujar Urip, Jumat (14/10).
Urip mengatakan, surat keterangan itu dapat digunakan antara lain untuk kepentingan pemilu, pilkada, pilkades, perbankan, imigrasi, kepolisian, asuransi, BPJS, pernikahan, dan kebutuhan lainnya. Keterhambatan pembuatan fisik KTP-el selain karena ketersediaan blangko, juga karena faktor lain seperti gangguan jaringan dan kerusakan alat rekam cetak.
Sekretaris Disdukcapil Kota Serang Hudori KA mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya per 5 Oktober, dari 436.073 wajib KTP di Kota Serang, sepuluh persennya, yakni 47.492 jiwa yang belum perekaman KTP-el. Sejak 3 Oktober sampai saat ini, pihaknya sudah mengeluarkan sekira 1.500 surat keterangan pengganti KTP-el. Apabila peralatan KTP-el sudah normal kembali, surat keterangan itu dapat diganti dengan kepingan KTP-el.
Kata dia, surat keterangan itu dapat diberikan hanya bagi pemilih yang sudah melalui proses perekaman dan datanya tersimpan di database. “Ini juga dalam rangka menyukseskan pilgub,” ujarnya.
Pada bagian lain, di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pembuatan KTP-el diklaim sukses. Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cipocokjaya Samsudin mengatakan, tingginya kesadaran warga mengurus KTP-el lantaran respons baik masyarakat tentang pentingnya memiliki KTP-el. “Alhamdulillah, sampai hari ini (kemarin-red) pembuatan KTP-el lancar dan aman terkendali, Mas. Juga, tanggapan masyarakat yang cukup tinggi,” ujarnya. (nna-mg07/air/dwi-Radar Banten/









