PANIMBANG – Jumlah bantuan budi daya ikan kerapu di Kampung Cipanon, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang menurun dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KPDT). Pada 2015 lalu bantuan diberikan senilai Rp33,17 miliar, tetapi tahun in menurun menjadi Rp15,5 miliar.
Selain jumlah bantuan menurun, para kelompok budi daya ikan kerapu mengeluhkan gagal panen akibat kurangnya pembinaan dari Pemkab Pandeglang dalam melakukan pembudidayaan ikan kerapu tersebut.
“Saya harap dengan anggaran sekian penggunaannya tetap maksimal. Mungkin gagal panen pada anggaran lalu karena faktor cuaca. Ke depan kita tetap lakukan supervisi terus,” ujar Marwan Jafar, Menteri KPDT, saat panen ikan kerapu di Perairan Cipanon, Kecamatan Panimbang, Selasa (12/4/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.
Ia menjelaskan, pemberian bantuan budi daya ikan kerapu tujuannya untuk menyejahterakan para nelayan. “Program tersebut terus kami luncurkan agar para nelayan terangkat derajatnya,” terangnya.
Di tempat yang sama Bupati Irna Narulita mengatakan, pihaknya juga mengakui ada penurunan bantuan terhadap para nelayan di tahun 2016 ini. “Kami pun heran kenapa bantuan tersebut menurun. Namun, kami optimistis pada panen saat ini 1,8 ton ditambah perkiraan panen bulan depan 1,5 ton. Ke depannya kami akan terus lakukan pembinaan agar hasil produksi bisa meningkat,” katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Kelompok Alam Sari Sadikin mengeluhkan kurangnya pembinaan dari Pemkab Pandeglang. “Kami kesulitan dan tidak ada pembinaan dari Pemkab. Seperti cara merawat jaring budi daya, dan kondisi air harus menggunakan kedalamannya berapa. Sementara, tahun lalu kami menabur benih sebayak 2.400 ekor. Namun, kami masih mengalami gagal panen sekira 70 persen,” keluhnya. (Iman F/Radar Banten)









