TIGARAKSA – Satpol PP Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan sosialisasi eks lokalisasi Dadap Kecamatan Kosambi berakhir pada 30 April nanti. Hingga pada tanggal 1 Mei, Pemkab akan mengirim Surat Pemberitahuan (SP) Pembongkaran kepada warga untuk membongkar sendiri.
Kepala Satpol PP Pemkab Tangerang Yusuf Herawan menjelaskan alat berat telah dipersiapkan menjelang pembersihan pada 23 Mei mendatang. ”Insya Allah, suratnya akan kita kirim 1 Mei. Bila tidak bersedia, akan kita bantu dengan alat berat,” ujarnya, seperti dilansir Harian Radar Banten.
Ia menambahkan pendataan masih berlangsung hingga kini. Masih ada 376 bangunan yang segera dibongkar termasuk kafe, warung remang-remang serta rumah para nelayan. ”Kita mengikuti kebijakan pusat bahwa hingga tahun 2017 semua kawasan prostitusi di Indonesia harus dibongkar,” terangnya.
Dijelaskan dia, Pemkab Tengah menggandeng akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk membuat rencana revitalisasi Dadap hingga tahun 2020. ”Saat ini masih banyak perkampungan nelayan yang masih kumuh karena sampah dan rob (banjir air laut-red) sehingga perlu dirombak dan ditata,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang Iskandar Mirsyad menjelaskan pihaknya melakukan pendataan secara final tentang jumlah pasti bangunan yang dibongkar dengan mengundang pengurus RT dan RW setempat karena dianggap pihak yang mengetahui situasi dan kondisi lapangan. ”Nah, mereka yang sudah kita data, baru kita kirim ke rusunawa atau tempat tinggal sementara,” jelasnya.
Harapannya setelah menjadi penghuni rusun, warga mampu mengelola ekonomi sendiri. Saat ini, pengelolaan lahan seluas hampir 12 hektare akan dibantu oleh swasta. Peran swasta sendiri menjadi pendorong menggerakkan ekonomi dengan membangun kawasan kuliner dan pusat perbelanjaan. ”Pusat kuliner ini nantinya akan kita bangun tepat di depan rusunawa, jadi warga akan berekonomi disana tanpa harus pergi ke tempat lain,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, bangunan yang akan dibongkar tersebut sudah diberikan tanda silang dengan cat berwarna merah.
Pemkab Tangerang telah menggandeng akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk membuat Dadap lebih beradab. (Togar Harahap/Radar Banten)









