PANDEGLANG – Jalan Lintas Timur AMD sepanjang tujuh kilometer terlihat tidak dirawat. Selain bergelombang, juga terdapat banyak lubang. Bahkan, di samping kiri dan kanan bahu jalan dipenuhi rumput.
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi ruas jalan tersebut karena kerap menjadi penyebab kecelakaan. Di antaranya, seperti yang dikeluhkan Eeng Madhari, sopir bus jurusan Labuan-Jakarta. “Risih saat melintasi ruas Jalan AMD seperti di tikungan Kampung Lebak Sereh, Desa Kadumerak, Kecamatan Karang Tanjung. Di situ harus hati-hati karena selain badan jalannya tinggal kerikil, juga bergelombang,” kata Eeng ditemui di Terminal Kadubanen, Selasa (19/4/2016), seperti dilansir Harian Radar Banten.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan ruas jalan tersebut. “Agar tidak ada lagi batu kerikil yang dapat membahayakan pengendara,” kata Eeng seraya menerangkan, dalam empat bulan terakhir tak kurang dari lima pengemudi motor yang mengalami kecelakaan.
Ketua Komisi III DPRD Pandeglang Iing Andri Supiadi berjanji, akan menyampaikan keluhan buruknya ruas Jalan Lintas Timur AMD ke Pemprov Banten. “Saya sependapat jalan itu segera diperbaiki. Selain lobang-lobangnya ditambal, juga dipasang PJU (penerangan jalan umum) sehingga ketika melintas di malam hari merasa nyaman, tidak kegelapan,” terangnya.
Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mathlaul Anwar (Unma) Banten Eko Supriatno mengatakan, tidak terawatnya infrastruktur Jalan Lintas Timur AMD bisa berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat. Seperti terjadinya kesenjangan perekonomian masyarakat. “Kenapa kemungkinan itu bisa terjadi, karena Jalan Lintas Timur AMD merupakan akses transportasi nasional. Kalau kondisinya rusak, akan langsung berdampak terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Salah satunya, kata Eko, terhadap para pedagang nasi yang berjualan di sepanjang jalan tersebut. Pengunjung akan kabur karena banyaknya debu berterbangan akibat jalan rusak. (Herman/Radar Banten)










