PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kampung Cikaret, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah.
Andi warga setempat mengatakan, aksi itu bentuk protes terhadap pemerintah yang tak memperbaiki infrastruktur jalan.
“Jalannya sudah lama rusak, pembangunan cuma sepotong,” ungkap Andi warga setempat, Kamis 6 November 2025.
Andi mengatakan jalan rusak membentang lebih dari lima kilometer. Kondisi itu kerap memicu kecelakaan.
Terutama pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah. Atau, warga yang kerap melintas juga.
“Sering banget, apalagi anak-anak SMP,” kata seorang pelajar yang tak mau menyebutkan identitasnya.
Ia menceritakan, banyak pengendara terguling karena jalan berlubang dan licin.
“Minggu lalu ada truk pengangkut material terguling,” ujarnya.
Menurut Andi, kerusakan jalan itu sudah berlangsung puluhan tahun tanpa perbaikan berarti.
“Udah lama banget, lebih dari 20 tahun rusak,” ucapnya.
Rustani, warga lainnya, menuturkan kondisi jalan semakin parah ketika musim hujan melanda di sana.
Lumpur menutupi hampir seluruh permukaan jalan, membuat warga kesulitan beraktivitas.
“Kalau hujan, jalan kaki aja susah, apalagi naik motor. Dalam banget lumpurnya,” katanya.
Ia menilai aksi tanam pohon pisang menjadi simbol kekesalan warga terhadap pemerintah.
“Keluhan warga nggak pernah didenger. Pemerintahnya masa bodoh aja.Habis hujan, jalannya kayak sawah,” ujar Rustani.
Rustani berharap pemerintah segera memperbaiki jalan itu agar aktivitas warga kembali normal.
“Biar pemerintah tahu makanya kami tanam pohon pisang,” ucapnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











