JUNED (23), nama samaran, merasakan sakit hati teramat dalam. Bagaimana tidak, apa yang dilakukan Juju (23), bukan nama sebenarnya, yang tak lain kekasih Juned ternyata menjadi wanita simpanan. Bukan wanita simpanan biasa, melainkan simpanan ayah kandung Juned sendiri, sebut saja Omod. Ow ow ow, teganya teganya teganya!
Dunia seperti kiamat bagi Juned yang merupakan warga Serang, ketika mengetahui kenyataan itu dua tahun lalu. Jalinan kasih yang sudah dibina Juned sejak masih SMA hingga ke universitas semester lima dengan Juju pun akhirnya kandas. Pupus sudah harapan Juned untuk meminang Juju setelah lulus kuliah.
“Saya enggak nyangka, Juju tega melakukan itu. Alasannya sih karena hepeng (duit-red) buat makan dan biaya kuliah,” ungkapnya.
Masa iya sampai seperti itu? “Iya, benar. Dia kan anak kos-kosan. Orangtuanya di Pandeglang,” sanggahnya.
Terkuaknya rahasia Juju punya lelaki idaman lain ketika Juned memeriksa pesan berantai di ponsel Juju yang ditinggal ke kamar mandi usai begituan. Ohlala. Kok ada begituannya juga ya?
Juned mengakui, jika selama pacaran dengan Juju sudah layaknya pasangan suami istri, tak pernah lupa membelah duren (berhubungan suami istri) setiap bertemu. Kadang di kos-kosan, kadang sengaja menyewa kamar hotel ketika Juned sedang berkantong tebal. “Ya kalau uang jajannya lagi banyak dari orang tua, kita main di hotel. Biar sensasinya lain lah,” terang Juned bangga. Alamak.
Singkat cerita, rahasia Juju terkuak oleh Juned dari ponselnya. Ketika itu, secara tak sengaja Juned iseng membuka ponsel yang ditinggal Juju ke kamar mandi usai bercumbu mesra di kamar kos-kosan. Betapa syok Juned mendapati obrolan mesra Juju melalui pesan singkat dengan pria lain yang namanya disamarkan di ponsel. Kontak pria tersebut disamarkan dengan sebutan Ayahanda.
Parahnya lagi, obrolan pesan antara Juju dan Ayahanda lebih banyak menjurus ke arah perbincangan mesum. Juned yang terbakar api cemburu, penasaran dan mencari tahu siapa pemilik nomor dengan sebutan ayahanda tersebut. Setelah diperiksa, betapa syok Juned setelah mengetahui betul siapa pemilik nomor di ponsel Juju. “Gila Mas, pas gue samain dengan nomor di ponsel gue sama persis. Itu nomor bokap. Dari situ saya sakit hati dengan Juju dan muak sama bokap,” cetus Juned. Wah wah wah, parah.
Dengan wajah penuh emosi, Juned pun memastikan kebenaran pahit itu kepada Juju usai keluar dari kamar mandi. Saat ditanya dan dimaki-maki oleh Juned, Juju tak bisa mengelak hingga akhirnya mengaku yang disertai alasan sebagai pembelaan kenapa dia tega berbuat sebejat itu. “Juju bilang, menerima bokap gue karena kepepet, butuh duit. Cintanya tetap buat gue,” jelasnya. Oh so sweet. Memang Juned enggak pernah ngasih duit ke Juju? “Ngasih, paling buat jajan doang,” balasnya.
Namun, Juju pun mengaku tidak menyangka jika si om yang menjadi langganan teman kencannya itu adalah ayah kandung Juned, Omod, seorang pengusaha kelas menengah. Pantasan saja Juju mau? Lah pengusaha. Sudah pasti duit yang diterima Juju bukan lagi recehan, minimal jutaan. Juju juga mengaku, sempat akan dipinang Omod dengan status nikah siri. Juned yang tak terima dengan kenyataan itu, akhirnya memutuskan jalinan asmaranya dengan Juju dan meminta Juju juga melepaskan Omod.
Meski awalnya Juned berat untuk melepaskan Juju yang teramat manis dengan bodinya yang bohai aduhai. “Juju cakep orangnya Mas. Wajarlah sampai sekarang gue masih ingat dia,” terangnya.
Juned saat itu betul-betul kaget dan marah dengan pengakuan Juju. Sebab, selama ini dia tidak pernah menyangka dan hampir tidak percaya bakal diselingkuhi Juju yang dikenal pendiam dan ramah. Parahnya, si lelaki adalah ayah kandung Juned sendiri, rasanya seperti ditikam belati dari belakang.
“Berarti, selama ini gue sudah berbagi sama bokap! Seneb amat, ogah gue Mas,” tukasnya. Enggak kebayang deh kalau Juju jadi ibu tirimu Jun.
Paling menyakitkan, ternyata perselingkuhan mereka sudah berjalan selama satu tahun. Padahal, Juned selama pacaran selalu berusaha keras mempertahankan hubungannya dengan selalu bersikap romantis dan berniat menikahi Juju. Apalagi, Juju merupakan cinta pertama yang membuat Juned tak ingin kehilangan.
Setelah meninggalkan Juju, giliran Juned melabrak ayahnya yang ketahuan bermain gila dengan Juju. Sesampainya di rumah, Juned pun langsung menghampiri Omod di belakang ibunya dan menceritakan apa yang terjadi di antara mereka soal hubungannya dengan Juju.
Menyadari isi penjelasan Juned, Omod tak bergeming dan mengakui kesalahannya, serta meminta agar Juned tak menceritakan kembali kepada ibunya. Omod pun meminta maaf kepada Juned dan berjanji bahwa kesalahan yang telah ia perbuat akan menjadi yang terakhir kalinya.
“Enggak nyangka kalau bokap gue sebejat itu. Saya jadi muak lihatnya. Kasihan ibu, sampai sekarang enggak pernah tahu,” akunya.
Sejak itu, Omod yang merasa dihantui kecemasan bakal diketahui istrinya menjadi lebih care dan perhatian terhadap Juned. Kondisi itu pun bertahan sampai dua tahun, sampai akhirnya Juned sudi memaafkan Omod demi keutuhan keluarganya.
“Ya, gue sadar setiap orang tak bisa luput dari khilaf. Seburuk-buruknya bokap, tetap bokap gue,” cetusnya.
Apalagi, selama berumah tangga dengan ibunya, Juned yang juga merasakan langsung di rumah, tak pernah melihat ayahnya berlaku kasar. Bahkan cenderung membahagiakan. Kini, Juned pun membuka lembaran baru dengan wanita lain yang saat ini menjadi istri sahnya dan melupakan tragedi pahit yang jarang dialami orang lain.
“Kalau ketemu bokap di rumah, ingat masa-masa itu suka mesem-mesem sendiri. Sadar, ternyata anak sama bokap sama belangnya. Sekarang sih insya Allah tobat, Mas,” ucapnya.
Soto babat Jun. Bagus kalau sudah sama-sama tobat. Pertahankan ya? (Nizar S/Radar Banten)









