PERILAKU lelaki satu ini tak pantas ditiru. Dimas (34), nama samaran, yang berprofesi sebagai wirausaha ini, orangnya kalem, enjoy, dan asyik diajak berbincang. Tapi, di balik itu, Dimas tuh ‘jahat’, itu berlaku buat para wanita tentunya. Kalau buat laki-laki sih, normal kayaknya. Hihihi.
Ternyata, Dimas punya alasan tersendiri mengapa memilih menjalani profesi sebagai wirausaha. Yakni, supaya dia bisa lebih leluasa menyalurkan hobinya. Bukan hobi wisata, kuliner, atau berolahraga, melainkan hobi berselingkuh dengan sejumlah wanita. Ow ow ow, hobi kok selingkuh!
Perilaku menyimpang itu pun sudah dilakoni Dimas sejak masih remaja. Seperti yang terjadi saat ini, Dimas tampaknya begitu nyaman menjalani cinta segitiga. Di tengah-tengah kebahagiaan berumah tangga dengan Sri (34), nama samaran, Dimas bermain api dengan gadis yang belum lama dikenalnya, sebut saja Surti (30). Kok bisa Om? “Bagaimana ya, namanya juga hobi (berselingkuh-red). Tapi, tetap sayangnya sama istri sah dong,” kilah Dimas sembari berkelakar.
Hebatnya, Surti yang dipilih jadi selingkuhan Dimas selain lebih muda dan lebih fresh, juga mau menerima posisi Dimas yang terang-terangan mengaku sudah mempunyai anak dan istri. Widih bisa ya? Bagi-bagi dong tipsnya Om? “Ada deh, kepo,” ujarnya.
Modal Dimas cuma berkomunikasi, seperti halnya ketika Dimas menjalankan profesinya, pintar merayu relasi sehingga bisnisnya lancar. Karena, jika dilihat dari sisi materi, Dimas tidak begitu istimewa namun secara fisik lumayan. Bagaimana cara membagi waktunya Om biar enggak ketahuan istri?
“Saya kan orang lapangan. Jadi, Istri percaya saja,” jawabnya.
Dimas sudah berprinsip, jika hobinya itu hanya sekadar hobi, untuk dinikmati tapi tidak untuk diseriusi. Dimas sudah berjanji pada diri sendiri, walaupun selingkuh tidak akan pernah sampai merusak rumah tangganya yang sudah dia bangun bertahun-tahun.
“Saya juga sayang sama selingkuhan yang ini, tapi kalau memang dia (Surti-red) ada yang mau menikahi, silakan saja,” terangnya. Kalau istri Om nikah lagi?
“Oh, itu jangan!” serunya. “Saya mau sampai mati sama istri, istri tetap nomor satu,” tegasnya. Oh so sweet.
Karena menurut Dimas, tak ada yang lebih baik daripada istri. Sejak membangun rumah tangga, istri mampu melayani suami dengan baik. Tak lupa istri berdoa demi kelancaran rezeki suami, menyiapkan makan dan minum hingga air panas untuk mandi. Anak-anak juga baik dan penurut. Pokoknya, keluarga Dimas itu ibarat keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah.
Tentu, situasi itu disyukuri Dimas. Momen paling berkesan dan tak bisa dilupakan tatkala Dimas sakit. Hanya istri yang sanggup merawatnya dengan sabar dan ikhlas. Lantaran itu, hobi selingkuh Dimas tak melunturkan tekadnya untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga dan mencukupi kebutuhan nafkah untuk istri dan anak-anaknya.
“Menurut saya, enggak ada yang lebih baik dari istri. Selingkuhan buat penyemangat saja kalau lagi bosan di rumah,” akunya. Memangnya kenapa Om bisa sampai semangat begitu?
“Jangan ditanya itu mah, Mas nih bisa saja,” tukasnya. Bukannya makin banyak istri makin banyak rezeki Om, kan banyak mendoakan?
“Ganti peribahasanya tuh, justru malah makin seret,” jawabnya.
Dimas tidak menyangkal jika selama berhubungan dengan Surti kerap melakukan hubungan badan. Oh my God. Maklum, intensitas pertemuan mereka terbatas karena jaraknya yang jauh. Surti tinggal di Pandeglang sementara Dimas di Serang. Namun, dengan begitu mereka bisa melampiaskan kerinduan yang mendalam ketika sedang berduaan.
“Ya, seminggu dua kali cukuplah,” ungkapnya. Di luar itu, mereka memanfaatkan waktu senggang dengan berkomunikasi melalui medsos, BBM, SMS, telepon, hingga WhatsApp.
Di rumah, Dimas pandai menghilangkan rasa curiga istri. Ponselnya sengaja selalu tergeletak di lantai sehingga tidak membuat istri penasaran untuk sekadar mengecek privasi Dimas. “Istri enggak pernah ngecek HP, karena tahu yang telepon seringnya relasi bisnis. Kalau selingkuhan ada waktunya,” terangnya.
Terlebih, Dimas pintar ‘bermuka dua’. Dimas selalu menuruti kemauan istri dan anak-anaknya serta bersikap sabar dan penyayang. Seolah tak terjadi apa-apa di luar sana. Lantaran itu, Dimas dan istrinya di rumah adem-adem saja, tak pernah ada percekcokan. Kondisi itu pun, diketahui Surti yang sudah satu tahun berhubungan dengan Dimas. Surti sempat meminta Dimas untuk menikahinya dan rela menjadi istri kedua, tetapi Dimas menolak dengan alasan tidak bisa menduakan istri. Berkat rayuan maut Dimas, Surti akhirnya bisa memahami dan rela menjadi wanita simpanan Dimas sampai sekarang.
“Sekarang mah jalani saja Mas. Surti juga paham. Jangan dibikin pusing, enjoy saja,” imbuhnya.
Yang jelas, perselingkuhan Dimas bukan didasari tidak terpuaskan oleh istri. Dengan istri baik-baik saja, begitu pula urusan di ranjang. Tapi memang, Dimas orangnya gampang bosan sehingga doyan ganti-ganti pasangan. Terbukti, bukan hanya nomor Surti yang tersimpan pada ponsel Dimas, melainkan banyak wanita lainnya yang juga termakan rayuan maut Dimas. Meski disadari Dimas, sejak berselingkuh, rezekinya seringkali naik turun.
“Sekarang selingkuhan yang dijalani itu saja (Surti-red), sama yang lain masih proses,” ungkapnya. Sedap. Selingkuh sudah kayak proyek bangunan saja pakai acara masih proses segala. Tobat Om.
“Nanti ada waktunya. Sekarang nikmatin saja. Yang pasti, istri tetap yang utama,” pungkasnya.
Ya, mudah-mudahan begitu. Alangkah lebih baik lagi kalau cepat sadar Om. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)








