• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Habis Tenggak Miras, Tiga Pemuda Ini Gagahi Dua Kembang Desa

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 6 Mei 2017 12:54
in Berita Utama, Featured, Hukum
Habis Tenggak Miras, Tiga Pemuda Ini Gagahi Dua Kembang Desa

BUKTI: Kasat reskrim AKP Andy Purnomo (tengah) dan Paur Humas Polres Iptu Parasito menunjukkan barang bukti pakain korban dan tersangka, dalam press rilis, Jumat (5/5) (LODITYA FERNANDEZ/RADAR NGAWI)

INI pelajaran bagi para orangtua agar lebih memperhatikan pergaulan putra putrinya. Sehingga tidak keliru dalam bergaul dengan teman-temannya. Itulah yang terjadi pada Bunga, 17, dan Mekar, 15, (bukan nama sebenarnya). Dua gadis asal salah satu desa di Kecamatan Karanganyar, Ngawi ini, menjadi korban nafsu setan tiga teman prianya.

Tiga dari empat pemuda itu menyetubuhi kembang desa itu setelah menggelar pesta miras. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi, peristiwa memilukan itu terjadi Senin (1/5) dini hari. Awalnya, M Arifin dan adiknya M Alim Arifin serta Agus Sukoco warga Desa/Kecamatan Karanganyar bersepakat menggelar pesta miras.

RelatedPosts

kerja sama antardesa hadapi bencana

BNPB Tekankan Kerja Sama Antardesa Hadapi Risiko Bencana

Rabu, 14 Oktober 2026 12:31
Kesiapsiagaan bencana industri Cilegon

Industri Cilegon Diminta Perkuat Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi

Rabu, 14 Oktober 2026 09:52
Sekda Banten

Sekda Banten Minta Direksi dan Komisaris BUMD Tak Tinggalkan Masalah

Rabu, 14 Oktober 2026 09:49
Kecamatan Tigaraksa borong empat penghargaan

Kecamatan Tigaraksa Borong Empat Penghargaan pada HUT ke-394 Kabupaten Tangerang

Rabu, 14 Oktober 2026 08:58

Lokasinya ditetapkan di rumah duo Arifin yang kebetulan rumahnya kosong. Untuk menghangatkan suasana Agus Sukoco memiliki ide untuk mengundang dua kembang desa yakni Bunga dan Mekar. Agus langsung mengirim short message service (SMS) kepada keduanya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, kedua gadis yang sedang mekar itu menyanggupi untuk datang ke pesta miras itu.

“Kedua korban (Bunga dan Mekar, red) dijemput di Pos Kamling tidak jauh dari rumahnya, pada Minggu malam sekitar pukul 23.00,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Andy Purnomo.

Agus Sukoco lantas meminta M Alim Arifin dan Rahmat Ariadi dua peserta pesta miras untuk menjemput keduanya di lokasi yang disepakati sebelumnya. Tidak lama berselang, ke-empatnya sampai di lokasi, pesta miras langsung digelar. Kedua kembang desa itu bertugas menjadi ‘bandar’ alias yang membagikan gelas berisi miras.

Kedua gadis cantik itu juga mencicipi miras jenis Arjo. “Menurut pengakuan tersangka seperti itu,” tegasnya. Andy mengatakan selang dua jam, M Alim mulai mengajak Mekar ke kamar. Gadis cantik berusia 15 tahun itu hanya hooh saja mengingat kondisinya juga setengah sadar. Kedua insan beda jenis itu langsung melakukan hubungan layaknya suami istri.

Mengetahui adiknya mengandeng Mekar ke kamar, Arifin bukannya mencegah, pemuda 24 tahun itu malah kepingin, dan membujuk Bunga untuk melakukan adegan layak sensor itu. Setelah puas melampiaskan nafsu binatangnya Arifin keluar kamar. “Setelah Arifin keluar kamar Agus Sukoco masuk dan menyetubuhi Bunga, dan Arifin sempat mengintipnya dari pintu kamar,’’ paparnya.

Lalu bagaimana dengan Rahmat Ariadi? Pemuda 23 tahun itu ternyata sudah teler karena banyak menenggak miras hingga tidak mengetahui peristiwa persetubuhan tersebut. Keesokan harinya ketiga tersangka persetubuhan itu memulangkan Bunga dan Mekar ke rumah masing-masing. “Diantarkan pulang dengan menggunakan sepeda motor,” katanya.

Mengetahui buah hatinya tidak pulang semalaman dan dalam kondisi terpengaruh minuman keras membuat orangtua Bunga dan Mekar geram. Keduanya langsung dicecer sejumlah pertanyaan penuh selidik. Mekar dan Bunga berterus terang jika keduanya digilir teman prianya. Bagai disambar petir di siang bolong, kedua orangtuanya langsung murka, mereka tidak terima anak gadisnya dijadikan korban syahwat pemuda pemabuk itu, hingga memilih melapor ke Mapolsek Karanganyar. “Setelah tahu kalau anaknya jadi korban persetubuhan, orangtua korban melapor ke petugas. Karena berkaitan dengan anak-anak dan perempuan dilimpahkan ke PPA polres,” imbuhnya.

Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyidikan, setelah cukup bukti, polisi langsung meringkus M Arifin, M Alim dan Agus Sukoco ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Ngawi. Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti berupa kaos lengan pendek warna hitam, satu celana panjang warna senada, celana dalam warna coklat dan BH warna ungu, dan pakaian motif polkadot. “Juga karpet kain sebagai alas pesta miras, turut diamankan,’’ tegasnya.

Akibat nafsu binatangnya, ketiga pemuda itu dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 Subsider Pasal 82 ayat 1 UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun,” katanya.

Sementara saat dilakukan press rilis di Mapolres Ngawi, ketiga tersangka hanya dapat tertunduk malu. Mereka irit bicara dan ogah menjawab pertanyaan wartawan. Alim misalnya mengaku jika pesta miras berujung seks itu disebabkan karena terpengaruh minuman keras yang ditenggaknya bersama rekan lainnya. “Rencana awal hanya untuk pesta miras, nggak tahu kenapa itu terjadi, mungkin karena mabuk,”kelitnya. (odi/pra/JPG)

Tags: Pemerkosaanperkosaan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ahmad Dhani dan Maia Estianty Terlihat Kompak di Lulusan El

Next Post

Pembuatan KTP-El di Lebak Belum Normal

Next Post
KTP

Pembuatan KTP-El di Lebak Belum Normal

15 Kepala OPD Kota Serang Dirotasi, Ini Nama-namanya

15 Kepala OPD Kota Serang Dirotasi, Ini Nama-namanya

Senin, 12 Oktober 2026 10:09
pelantikan pejabat

Bupati Serang Lantik Pejabat, Imbau ASN Jaga Integritas

Senin, 12 Oktober 2026 17:04
Penambahan Kursi DPRD Cilegon

Potensi Penambahan Kursi Dewan, Golkar Cilegon Siapkan Calon Potensial

Selasa, 13 Oktober 2026 16:32
Paska Sanksi Demosi Berakhir, 4 ASN Cilegon Diminta Tunggu hingga Desember

Paska Sanksi Demosi Berakhir, 4 ASN Cilegon Diminta Tunggu hingga Desember

Selasa, 13 Oktober 2026 14:10
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

kerja sama antardesa hadapi bencana

BNPB Tekankan Kerja Sama Antardesa Hadapi Risiko Bencana

by Yusuf Permana
Rabu, 14 Oktober 2026 12:31
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kerja sama antardesa dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pasalnya, wilayah yang terdampak bencana belum tentu...

BNPB Dorong Ketangguhan Bencana Masuk Indeks Desa

BNPB Dorong Ketangguhan Bencana Masuk Indeks Desa

by Yusuf Permana
Rabu, 14 Oktober 2026 11:53
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong aspek ketangguhan bencana masuk dalam indeks desa untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat....

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.