SERANG – Pemerintah daerah di Provinsi Banten dinilai belum serius menggunakan instrumen keterbukaan informasi. Hal ini diungkapkan Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Yhannu Setyawan saat menjadi narasumber pada Diskusi Interaktif Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Minggu (7/5).
Di hadapan puluhan mahasiswa, Yhannu menjelaskan, Pemerintah di Provinsi Banten belum begitu serius menggunakan instrumen keterbukan informasi. Alat ukur sederhana, salah satunya bisa dilihat dari situs resmi pemerintah baik itu Kabupaten maupun Kota di wilayah Provinsi Banten, belum menjadi situs terbaik menurut ukuran Komisi Informasi.
“Situs resmi pemerintah saat ini belum ada yang menjadi situs terbaik,” katanya.
Yhannu menjelaskan, mahasisiwa dalam hal ini IMIKI Banten yang memiliki basis keilmuan komunikasi, dapat menjadi salah satu organisasi mahasiswa yang lebih serius dan dekat dengan isu keterbukaan informasi.
“Ke depan tentu kita berharap, dari mahasiswa ada yang fokus mengawal isu keterbukaan informasi ini. Sehingga isu pengelolaan pembangunan dilakukan secara transparan,” katanya.
Ketua IMIKI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Rohmanudin mengatakan, dengan terselenggaranya Diskusi Interaktif mengenai keterbukaan informasi bisa membuka mata IMIKI untuk turut andil dan berkontribusi dalam mengawal isu keterbukaan informasi khususnya di Kota Serang.
“Karena keterbukaan informasi merupakan kajian ilmu komunikasi yang tentunya harus sama-sama kita kawal,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya sebenarnya hanya berputar di wilayah kajian media, namun saat ini mencerminkan IMIKI khususnya di wilayah Banten sudah mulai mencoba untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi untuk mengawal keterbukaan informasi.
“Ini dilakukan agar terciptanya pemerintahan yang transparan dan pro rakyat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Alvi Yudistiar mengatakan, Kegiatan Pelantikan, Diskusi dan Rapat Kerja ini dijadikan sebuah sarana silaturahim antar sesama keluarga besar IMIKI khususnya di kampus UIN Sultan Hasanuddin Banten sekaligus momentum untuk memperluas khasanah keilmuan anggota. (Wirda Garizahaque/risawirda@gmail.com)









