SERANG – Jaringan perjudian toto gelap (togel) beromzet ratusan juta rupiah dibongkar polisi. Tujuh orang tersangka diamankan petugas Subdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Banten di lokasi berbeda, Jumat (28/7).
Tujuh tersangka itu, yakni Timbul Lumban Gaol alias Marbun Lapo, Rikwan Lumban Gaol, Surung Haposan Siagian alias Pardosi, Royen Marbun, Listona Aridin Lumban Gaol, Romson Lumban Gaol, dan Romawi. Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda.
Marbun Lapo selaku koordinator, Rikwan Lumban Gaol dan Pardosi sebagai penagih uang kepada pengecer. Royen Marbun, Listona Aridin Lumban Gaol dan Romson Lumban Gaol berperan mencatat nomor togel pemasang. Sementara, Romawi berperan sebagai pengecer togel.
Terbongkarnya jaringan judi togel itu bermula dari penyergapan Rikwan dan Pardosi di sekitar Lopang, Kota Serang. Rikwan dan Pardosi diketahui sebagai penagih uang hasil pemasangan nomor dari pemasang judi togel di wilayah Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang.
Sekira pukul 23.30 WIB, mobil Toyota Calya warna merah dihentikan polisi saat melintas di jalan sekitar Lopang, Kota Serang. Saat digeledah, polisi menemukan tiga unit ponsel, dua lembar kertas rekapan, uang tunai Rp 14 juta.
Kedua tersangka mengaku akan menyerahkan uang tersebut kepada Marbun Lapo. Keduanya lantas menyebutkan alamat kontrakan Marbun Lapo di wilayah Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Polisi langsung menuju kediaman Marbun Lapo. Polisi mengamankan Marbun Lapo, Royen Marbun, Listona Arifin Lumban Gaol, Rumson Lumban Gaol, dan Romawi. “Kami amankan juga barang bukti uang sebesar Rp 2,9 juta, tiga buah buku data setor, tiga buah pulpen, tiga unit kalkulator, dan tujuh unit handpone,” jelas Direktur Reskrimum Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Aldrin Hutabarat kepada wartawan saat ekspose, Kamis (3/8).
Setelah uang hasil pemasangan nomor dikumpulkan, Marbun Lapo menyetorkan kepada seseorang berinisial M. Setiap pekan Marbun Lapo mendapat omzet Rp 140 juta. “Rata-rata omzet setiap hari Rp 15 sampai Rp 20 juta. Atau setiap bulan bisa mencapai Rp 560 juta,” kata Aldrin didampingi Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zaenudin dan Kasubdit III Jatanras AKBP Yoga Priyahutama.
Pemasaran judi togel itu, kata Aldrin, masih menggunakan modus lama. Yakni, pengecer mencatat nomor togel dari pemasang dan mengirimkan rekapan nomor itu kepada koordinator atau bandar. Sasaran pemasang judi togel ini adalah sopir, calo, tukang ojek, dan lain-lain.
“Bandar yang disebut berinisial M ini masih kita kejar. Mudah-mudahan kita tangkap secepatnya,” tegas Aldrin.
Marbun Lapo mengaku baru dua pekan membuka bisnis judi togel. Dia dibantu oleh beberapa orang dalam menjalankan bisnis judi itu. “Dapat persentase. Buka setiap hari, kecuali Selasa sama Jumat. Paling kecil setiap hari dapat persen Rp 2 juta, paling besar enggak sampai Rp 5 juta,” kata Marbun.
Dari penghasilannya itu, Marbun dapat membayar upah para pekerjanya Rp 500 ribu per pekan. “Setiap minggu saja digaji. Rp 500 ribu. Buat bantu rekapin,” kata Marbun.
Selain ketujuh tersangka itu, polisi juga menangkap dua pengecer judi togel di daerah Kramatwatu, Kabupaten Serang, dan di depan Terminal Pakupatan, Kota Serang. (Merwanda/RBG)










