SERANG – Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali beraksi di Kota Serang. Rabu (23/8) subuh, satu unit mobil pikap nopol T 8033 TO milik Dace Sarlin (33) digasak maling saat parkir di depan sebuah lembaga pendidikan di Jalan Mayor Syafei, Kelurahan Kagungan.
Sebelumnya, Dace tiba di kantor lembaga pendidikan yang dipimpinnya itu sekira pukul 03.30 WIB. Setelah memarkirkan mobil di bahu jalan atau tepat di depan kantornya, korban masuk ke dalam. “Saya parkir di trotoar. Saya tinggal buat Salat Subuh,” kata Dace saat dihubungi Radar Banten, Jumat (25/8).
Seusai Salat Subuh, korban keluar kantor. Dia kaget melihat mobilnya sudah raib dari tempat semula. Korban bergegas menuju ruang kontrol closed-circuit television (CCTV) atau kamera pengintai.
Dari rekaman kamera pengintai, pada pukul 04.16 WIB terlihat dua orang lelaki mendekati mobil korban. Seorang pelaku bertubuh gempal mengenakan kaus hitam berjalan sembari memainkan sebuah alat seperti mistar. Sementara, satu pelaku lagi bertubuh agak kurus dan berkumis mengenakan jaket berbahan jeans berjalan di sampingnya.
Sebelum beraksi, kedua lelaki itu sempat mondar-mandir dekat pagar kantor mengecek keadaan. Setelah keadaan sepi, keduanya segera beraksi. Pukul 04.38 WIB mobil berhasil dinyalakan dan kabur menuju arah Kota Cilegon.
“Saya keluar selesai Salat Subuh sekira pukul 05.00 WIB, mobil sudah tidak ada,” katanya.
Diakui Dace, peristiwa pencurian itu bukan pertama kali. Sebelumnya, pada April 2017 lalu, sebuah minibus yang biasa digunakan untuk antar jemput siswa juga dicuri. Selain itu, tujuh motor juga pernah dicuri.
“Waktu dua motor hilang kita belum pasang CCTV. Kalau lima motor setelah itu kita sudah pasang CCTV,” katanya.
Kasus pencurian itu masih diselidiki oleh Polsek Serang. “Mudah-mudahan dengan bekal rekaman CCTV, kami bisa ungkap kasus pencurian ini,” kata Kanitreskrim Polsek Serang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Juwandi. (Merwanda/RBG)









