SERANG – Mohamad Nuh siap maju jalur independen sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Serang pada Pilkada Kota Serang 2018 mendatang. Pencalonan ini atas dasar dorongan masyarakat yang mulai berkurang kepercayaannya terhadap partai.
Dikatakan pria yang bekerja sebagai notaris ini, masyarakat membutuhkan figur baru yang bersih dan bukan kader partai yang mementingkan golongan tertentu.
“Syarat utama jalur independen mengumpulkan sejumlah KTP kurang lebih 37.000, titik aman verifikasi KPU Kota Serang,” papar Nuh nama sapaannya, saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (12/9).
Ia bersama relawan sedang fokus untuk mengumpulkan data KTP. Dikatakan olehnya, masing-masing kecamatan telah ada relawan yang bertugas mengumpulkan partisipasi masyarakat melalui KTP.
“Kami belum mengkalkulasi seberapa banyak. Kami kumpulkan dan verifikasi data. Karena verifikasi data sensitif juga, begitu terkumpul legalitas dipertanyakan,” ujar putra Haji Sanusi, pemilik Yayasan Nurul Islam itu.
Dijelaskan Nuh akan konsisten berada di jalur independen. Bila melalui mekanisme partai, ia tidak ingin mencederai kepercayaan masyarakat untuk maju pada Pilkada 2018 mendatang secara perseorangan.
Bila terpilih, putra asli Kota Serang ini ingin menjadikan Ibukota Provinsi Banten sebagai kota madani.
Ia mencontohkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) supaya salat secara berjamaah. Kemudian, setiap malam Jumat ASN diwajibkan pengajian yasinan secara rutin. “Ini harus ditegaskan. Nanti menjadi satu kebiasaan di lingkungan pemerintahan,” katanya.
Pekerjaan rumah paling sensitif dan paling utama, kata dia, adalah masalah sarana-prasarana Kota Serang. Salah satunya membenahi lalu lintas seperti memaksimalkan fungsi terminal di Kota Serang agar pembangunan lebih tertata.
“Pembangunan sarana prasarana harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat yang mandiri,” ucapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









