CILEGON – Ratusan buruh yang tergabung di FSPKEP (Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan) DPC Kota Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Indoferro, Ciwandan, Senin (18/9).
Dalam aksinya, mereka mendirikan tenda yang disebut tenda perjuangan. Tenda itu akan dijadikan tempat mereka menginap selama persoalan antara buruh dan PT Indoferro belum dianggap selesai.
Ketua FSPKEP DPC Kota Cilegon, Hadi Santoso mengaku tenda perjuangan itu akan ditempati selama 24 jam secara bergantian oleh buruh yang tergabung di FSPKEP. “Ini sampai permasalahan PHK di Indoferro ini mempunyai kejelasan,” katanya.
Dikatakannya, hingga tenda perjuangan berdiri PT Indoferro belum mau menemui buruh. “Kita ingin masalah kami diselesaikan. Karena kami mendengar infonya bahwa beberapa waktu ke depan ini PT Indoferro akan beroperasi kembali,” ujarnya.
Ia mengungkapkan telah mengorek keterangan dari pihak Disnaker Cilegon bahwa PT Indoferro akan beroperasi kembali dengan tetap memakai nama PT Indoferro. “Tetap Indoferro,” katanya.
Ia menjelaskan dari sekitar 1.000 lebih buruh yang di-PHK massal oleh PT Indoferro sebagian besar telah banyak yang mengambil dana pesangon seperti yang diarahkan oleh Indoferro secara sepihak. “Dari FSPKEP yang belum menerima pesangon itu. Semua ada sekitar 196 orang yang semuanya organik dan status kontrak. Nah yang sisa kontrak ini kan harus dibayar, karena ini hak, kita tidak akan mundur,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










