SERANG – Pengamat Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Anis Fuad mengindikasikan partai-partai di Kota Serang sangat hati-hati menentukan pilihan calon walikota dan wakil walikota Serang untuk direkomendasikan maju pada Pilkada Kota Serang 2018 mendatang.
“Kalau belum kasih rekom sebenarnya semua menunggu beberapa tahapan seleksi seperti penjaringan, survei,” papar Anis melalui sambungan telepon, Selasa (26/9).
Dalam pengamatannya, beberapa partai melalui tahapannya masing-masing partai melakukan survei agar tidak salah dalam menentukan calon. Hal tersebut yang memakan waktu untuk memberikan rekomendasi secepat mungkin.
“Mereka menentukan hasil survei,mereka juga punya hasil survey masing-masing. Nasdem punya, Demokrat juga yang hasilnya akan di rilis,” tuturnya.
Dinamika politik memang susah ditebak dan mudah berubah, dikatakan Anis, kemudian ada banyak pihak baik dari DPD, DPW dan DPP memiliki calon yang berbeda-beda.
“Jadi ada dinamika partai itu punya jagoannya masing-masing, itu yang membuat lama juga,” ujarnya.
Sebelumnya sempat diberitakan salah satu partai di Kota Serang yakni Partai Hanura masih ragu tentukan calon walikota dan wakil walikota Serang, karena Ibukota Provinsi Banten ini termasuk paling dinamis yang harus benar-benar diukur secara mendalam. Hanura harus berhati-hati memilih siapa calon yang akan diusung pada Pilkada 2018 nanti agar jangan sampai salah memilih dalam merekomendasikan pilihannya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).











