TANGERANG – UPT Ciledug Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten mengaku pesimistis bisa mencapai target pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) hingga akhir tahun ini. Realisasi saat ini baru mencapai 90 persen.
Rasa pesimistis tak tercapainya target di tahun ini dilatar belakangi sejumlah faktor, seperti daya beli kendaraan masyarakat yang berkurang jelang akhir tahun.
Kepala UPT Ciledug Didi Cipnadi mengatakan, target PKB pada APBD murni tahun ini mencapai Rp232 miliar. Sedangkan target BBNKB Rp223,42 miliar.
”Kami pesimistis target akan tercapai. Jelang akhir tahun justru momennya merugikan kami. Karena BBNKB sendiri bergantung dari daya beli masyarakat. Karena masyarakat lebih cenderung menahan untuk membeli kendaraan lantaran di akhir tahun,” ujarnya.
Belum tercapainya target kedua sektor pajak tersebut dikarenakan adanya penambahan target dalam APBD Perubahan tahun ini. Di mana, PKB naik menjadi Rp238,22 miliar. Sementara BBNKB naik menjadi Rp235,09 miliar.
”Di perubahan ada kenaikan total Rp18 miliar untuk PKB dan BBNKB,” kata Didi Cipnadi kepada Radar Banten, di ruang kerjanya, Senin (27/11).
Didi mengatakan, dengan kenaikan target per 25 November lalu, realisasi PKB baru mencapai 91 persen. Sedangkan realisasi BBNKB baru mencapai 90,22 persen.
”Kenaikan target ini kan dilihat dari evaluasi di tingkat pusat. Berapa capaian UPT saat itu. Nah, karena UPT Ciledug dinilai berhasil mencapai target pada APBD murni, sehingga pada perubahan targetnya dinaikkan lagi,” katanya.
Meski demikian, Didi mengaku akan mengintensifkan potensi yang ada agar target tersebut bisa tercapai seratus persen. Salah satunya dengan razia PKB. Selain itu, dengan membuka gerai di Giant CBD dan Kreo. Bahkan, ada gerai UPT Ciledug di Polda Metro Jaya yang jadi satu dengan Jabar.
”Dengan gerai ini kita harapkan bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kita juga intensifkan mobil samling (samsat keliling-red) di sekitar Perumahan Banjar Wijaya, wilayah Poris, sekitar Perumahan Taman Royal dan lainnya. Minimal sehari ada 50-60 wajib pajak yang menyelesaikan kewajibannya,” imbuhnya.
Didi menginformasikan, UPT Ciledug membawahi lima wilayah. Yakni, Kecamatan Ciledug, Karangtengah, Larangan, Cipondoh, dan Pinang.
Dari lima wilayah tersebut, jumlah WP penunggak paling banyak di wilayah Cipondoh. ”Di wilayah kami ini, 70 persen kendaraan roda dua. Sisanya 30 persen roda empat,” tandas Didi. (gun/dai/sub)









