SERANG – Gempa susulan terjadi di Lebak, gempa yang terjadi sekira pukul 18.09 tersebut terjadi di 77 kilometer Barat Daya kedalaman 29 kilometer, Kabupaten Lebak, Banten tersebut berkekuatan 3,9 skala richter (SR).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi Klamatologi dan Geofisika Serang Sugarin. “Gempa itu unpredictable,” ujar Sugarin kepada Radar Banten Online, Selasa (23/1).
Sebelumnya, Sugarin meminta kepada warga untuk waspada terkait gempa susulan. Sugarin meminta kepada warga untuk tetap berada di tempat yang aman hingga ada informasi selanjutnya dari BMKG.
Sebelumnya, gempa terjadi siang tadi dengan kekuatan 6,1 skala richter. Akibatnya, hingga sore tadi dikabarkan 174 rumah yang mengalami rusak diantaranya Kecamatan Bayah 18 rumah, Kecamatan Wanasalam 6, Kecamatan Panggarangan 92, Kecamatan Cilograng 9, Kecematan Lebak Gedong 11, Kecamatan Sobang 2, Kecamatan Cimarga 2, Kecamatan Cihara 1, Kecamatan Cirinten 6, Kecamatan Bojongmanik 3, Kecamatan Malingping 4 dan Kecamatan Wanasalam 6, jadi totalnya mencapai 174 unit bangunan yang rusak akibat gempa, dengan rincian 151 bangunan rusak ringan dan 23 rusak berat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi membenarkan, bahwa kerusakan bangunan yang disebabkan gempa semakin bertmbah, namun saat ini tim relawan BPBD Lebak masih melakukan penyisiran ke lokasi hingga saat ini.
“Saya harap jumlah ini yang terakhir. Semoga tidak ada lagi yang terkena dampak kerusakan akibat gempa. Namun para relawan masih melakukan penyisiran ke lokasi,” katanya.
Untuk diketahui data tersebut masih termasuk data sementara dari BPBD Lebak, belum dapat disimpulkan berapa jumlah bangunan yang terdampak dari gempa yang dialami Kabupaten Lebak. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)








