slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Hikmah Ramadan :  Kisah Kemanusiaan Tak Bersekat

Aas Arbi by Aas Arbi
28-05-2018 16:32:37
in Sosial Budaya
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : Prof Dr KH Fauzul Iman MA, Rektor UIN SMH Banten

Hikmah yang amat mengharukan pernah menjadi kisah harmoni di antara seorang pendeta dengan seorang anak pelajar muslim di sebuah kampung di Afrika. Anak kecil itu bernama Farid Esack. Kini ia menjadi doktor ahli tafsir Alquran. Farid kecil adalah seorang anak desa yang miskin dan menderita, tetapi semangat untuk bersekolah. Uang tak punya dan pakaian seadanya.

Baca Juga :

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Makna Takwa Usai Ramadan, Prof Ahmad Tholabi: Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Ramadan Relakan untuk Pergi

Puasa Pengendali Emosi

Suatu ketika di musim hujan salju ia hendak pergi ke sekolah. Sepatu tak punya, sementara ia harus menembus jalan salju. Demi menggapai cita belajar ia paksakan lari melewati salju tanpa bersepatu.

Kaki anak itu pun tak kuat menahan dinginnya salju. Lalu ia terjatuh pingsan. Melihat anak yang terjatuh, Pendeta Maria Shely dari kejauhan berlarian hendak menolong anak tersebut. Sang pendeta membangunkan dan memeluk anak itu dengan penuh kasih. Lalu ia bawa ke rumahnya. Sesampai di sana anak itu siuman dan diberinya roti untuk menghilangkn rasa lapar yang menderanya begitu lama.

“Nak, tolong ceritakan kenapa engkau jatuh pingsan,” tanya pendeta. “Aku ingin jalan menuju sekolah di saat salju turun dengan lebat. Aku tidak punya sepatu karena itu aku lari demi menahan dari kedinginan .Tiba -tiba kakiku tak kuat menahan rasa dingin yang menusuk tulang kakiku sehingga aku terjatuh”, ujar sang anak lirih.

“Ya Tuhan, sungguh kau menderita hari ini. Siapa orangtuamu, Nak,” tanya pendeta terperangah. “Orangtuaku sudah lama tiada. Aku seorang diri ingin menjadi orang yang berhasil karena itu aku butuh biaya untuk sekolah. Dari mana pun biaya itu kudapatkan, yang penting aku bekerja keras dengan jalan halal,” ucapnya lugas.

Mendengar jawaban sang anak, Pendeta Maria menatapnya dengan perasaan kasih dan dibelailah bahu sang anak itu pelan-pelan. Seraya berucap, “Nak, sudahlah jangan kau pikirkan tentang biaya sekolah. Kau kini aku angkat sebagai anakku. Silakan kau lanjutkan belajar ke sekolah Islam. Aku serahkan pada pilihanmu untuk belajar dan menganut agamamu dengan taat dan berkepatuhan.” Pinta sang pendeta itu tulus.

Konon kisah panjang ini mengantarkan sang anak kini menjadi pemikir besar dan doktor ahli bidang tafsir Alquran. Anak itu bernama Dr Farid Esack .Pikiran-pikirannya menghiasi jurnal dunia. Kegiatan-kegiatan seminar dan ide ide besarnya tentang keharmonian antaragama tersiar dalam rekaman YouTube.

Saking harunya merasakan kebaikan dan rasa kasih Pendeta Maria terhadapnya, Farid Esack pun dalam suatu kesempatan menyatakan. “Sungguh aku ingin mengucapkan  terima kasih banyak pada ibuku, Pendeta Maria Shely, yang telah menyalamatkanku dari pederitaan. Aku dibangunkan dan dibelai dari tragedi yang nahas. Lalu aku disekolahkan hingga aku menjadi seorang doktor. Aku terkadang membuat kesal padanya. Tapi, ibuku, Maria, seorang arif. Tak pernah keluar caci dan kemarahan dari lisannya. Aku disentuhnya dengan  nasihat tanpa paksaan. Aku dibiarkan memilih jalan agama yang aku anut hingga sekarang. Yang ingin aku katakan sekarang sungguh ibuku, Pendeta Shely, adalah orang yang bijak, arif, dan toleran. Betapa adilkah Tuhan kalau Ibuku Maria Shely kematiannya kelak telah disiapkan ke dalam surga dengan tenang.”

Kisah di atas patut menjadi renungan kreatif dan sekaligus pelajaran bagi siapa saja yang ingin membangun harmoni dan empati kemanusiaan. Harmoni dan kerukunan di negeri ini tak akan terwujud dengan kokoh manakala tidak diiringi dengan empati kemanusiaan yang tak bersekat. Sikap kemanusiaan yang masih terhalang dengan sekat kelompok, struktur, suku, dan apalagi agama akan menjadikan negeri ini tercabik konflik kecemburuan yang fatal.

Dalam situasi sosial ekonomi politik yang masih sensitif dan meninggalkan saldo traumatis ini, ketulusan Pendeta Maria menolong anak yang sedang kesusahan pendidikan hingga menjadi pemikir besar Islam merupakan inspirasi teragung yang patut dijadikan teladan. (*)

 

Tags: Hikmah Ramadan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Astaga, Pasangan Bukan Muhrim Terjaring di Kamar Hotel

Next Post

Cilegon United  Lini Depan Kurang Produktif

Related Posts

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri
Umum

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

by Aas Arbi
Selasa, 24 Maret 2026 13:19

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID– Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri. Ia menyampaikan...

Read moreDetails

Makna Takwa Usai Ramadan, Prof Ahmad Tholabi: Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Ramadan Relakan untuk Pergi

Puasa Pengendali Emosi

Ramadan Pengendali Amarah

Ramadan dan Integritas Diri

Ramadan Ujian Menahan Kesabaran

Ramadan Wujud Ketaatan

Ramadan dan Kejujuran

Ramadan, Amalan, dan Keutamaannya

Next Post
Cilegon United  Lini Depan Kurang Produktif

Cilegon United  Lini Depan Kurang Produktif

Beras Raskin Masih Rawan Diselewengkan

Bulog Tangerang Raya Pakai Jalur Hukum Atasi Penunggak Rasta

Konsisten Hidup Sederhana, Bahagia Saat Tua

Konsisten Hidup Sederhana, Bahagia Saat Tua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BREAKINGNEWS: Dua Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok Debt Collector, Satu Korban Dibacok

BREAKINGNEWS: Dua Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok Debt Collector, Satu Korban Dibacok

Rabu, 3 Juni 2026 11:24
Kepala Desa Kadugenep, Muhammad Aopidi, saat meninjau lokasi penggalian pipa.

500 Rumah di Desa Kadugenep dapat Bantuan Sambungan Rumah dari Perumda Tirta Al Bantani

Rabu, 3 Juni 2026 10:13
Ilustrasi Polsek Serang sepi

Viral Polsek Serang Sepi Saat Warga Mau Melapor, Ini Klarifikasi dari Polresta Serang Kota

Rabu, 3 Juni 2026 09:56
Saksi di Pengadilan Tipikor Serang

Saksi Bongkar Kejanggalan Dugaan Korupsi Pengangkutan Kargo Material Proyek PLTU Ampana Rp8,3 Miliar

Rabu, 3 Juni 2026 09:45
Pelaksanaan sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Kadugenep

Pemerintah Kecamatan Petir Dorong Desa-desa Kelola Sampah Secara Mandiri

Rabu, 3 Juni 2026 09:32
Jimmy Lie di Pengadilan Tipikor Serang

Kasus Dugaan Suap PTSL Tangerang, Jimmy Lie Dituntut 4 Tahun Penjara

Rabu, 3 Juni 2026 09:13
BREAKINGNEWS: Dua Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok Debt Collector, Satu Korban Dibacok

BREAKINGNEWS: Dua Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok Debt Collector, Satu Korban Dibacok

Rabu, 3 Juni 2026 11:24
Kepala Desa Kadugenep, Muhammad Aopidi, saat meninjau lokasi penggalian pipa.

500 Rumah di Desa Kadugenep dapat Bantuan Sambungan Rumah dari Perumda Tirta Al Bantani

Rabu, 3 Juni 2026 10:13
Ilustrasi Polsek Serang sepi

Viral Polsek Serang Sepi Saat Warga Mau Melapor, Ini Klarifikasi dari Polresta Serang Kota

Rabu, 3 Juni 2026 09:56
Saksi di Pengadilan Tipikor Serang

Saksi Bongkar Kejanggalan Dugaan Korupsi Pengangkutan Kargo Material Proyek PLTU Ampana Rp8,3 Miliar

Rabu, 3 Juni 2026 09:45
Pelaksanaan sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Kadugenep

Pemerintah Kecamatan Petir Dorong Desa-desa Kelola Sampah Secara Mandiri

Rabu, 3 Juni 2026 09:32
Jimmy Lie di Pengadilan Tipikor Serang

Kasus Dugaan Suap PTSL Tangerang, Jimmy Lie Dituntut 4 Tahun Penjara

Rabu, 3 Juni 2026 09:13

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

BREAKINGNEWS: Dua Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok Debt Collector, Satu Korban Dibacok

BREAKINGNEWS: Dua Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok Debt Collector, Satu Korban Dibacok

by Rostinah
Rabu, 3 Juni 2026 11:24

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Dua anggota Satuan Brimob Polda Banten mengalami luka-luka setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga kuat dilakukan oleh...

Kepala Desa Kadugenep, Muhammad Aopidi, saat meninjau lokasi penggalian pipa.

500 Rumah di Desa Kadugenep dapat Bantuan Sambungan Rumah dari Perumda Tirta Al Bantani

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 3 Juni 2026 10:13

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 500 rumah di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, akan mendapatkan bantuan pemasangan jaringan Sambungan Rumah (SR) dari Perumda Tirta...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak