slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Hikmah Ramadan : Berburu Tanpa Peluru

Aas Arbi by Aas Arbi
11-06-2018 18:22:59
in Wacana Publik
Hikmah Ramadan : Iri yang Dianjurkan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : Dr H Nurul H Maarif, MA, Pengelola Pondok Pesantren Qothrotul Falah Lebak dan Penerima Apresiasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banten 2017 Kategori Guru Madrasah Produktif

DALAM riwayat, al-Bukhari dan Muslim, ‘Aisyah ra menceritakan perilaku beribadah Rasulullah Saw pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Pada hari-hari terakhir inilah suaminya menguatkan ikatan tali sarungnya (syadda mi’zarah), sebagai simbol keseriusan dan kesungguhannya beribadah. Beliau menghidupkan malamnya dan membangunkan sanak familinya. Di sepuluh hari terakhir ini, beliau lebih giat beribadah dibandingkan hari-hari biasa (HR Imam Muslim).

Baca Juga :

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Makna Takwa Usai Ramadan, Prof Ahmad Tholabi: Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Ramadan Relakan untuk Pergi

Puasa Pengendali Emosi

Itulah perilaku ibadah Ramadan Rasulullah. Sejak awal Ramadan, beliau telah menata niat semata iman dan mencari rida-Nya. Ibadah malamnya dilakukan sungguh-sungguh. Di luar Ramadan, beliau paling banyak beribadah, hingga kakinya bengkak-bengkak, padahal dosa-dosanya telah diampuni dan dijamin surga. “Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?” jawabnya ketika ditanya (HR. al-Bukhari).

Melihat ibadahnya, Rasulullah Saw ibarat pelari. Dari start awal, beliau telah berlari kencang dan lebih kencang lagi jelang garis finis. Detik, menit, jam, begitu berarti, terutama sepuluh hari terakhir yang sangat strategis. Inilah momen terpenting sebelum perpisahan dengan Ramadan.

Selain itu berdasarkan riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al- Khudri, Rasulullah Saw menyatakan, Lailatul Qadar juga hadir di sepuluh hari terakhir. Tak heran, semua berburu malam yang lebih baik dari seribu bulan ini (Qs. al-Qadr: 3) karena pada malam inilah Alquran diturunkan (ayat 1) dan malaikat ramai-ramai turun ke bumi (ayat 4).

Bahkan, al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan salat malam karena iman dan mengharap rida Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Untuk mengisi sepuluh hari terakhir Ramadan, kita pun mendadak meniru perilaku ibadah Rasulullah. Di banyak tempat, kita berduyun-duyun ke masjid tengah malam. Qiyam al-lail, i’tikaf atau sekedar daras Alquran tiba-tiba dilakukan penuh antusias, dengan harapan ibadahnya dilipatgandakan. Semua ingin mendapat door prize ibadah yang bisa menutupi keburukan sebelum dan setelahnya.

Apa perbedaan perilaku ibadah Rasulullah dengan kita di hari jelang perpisahan ini? Pertama, Rasulullah Saw meniatkannya murni karena Allah Swt, bukan karena mengejar door prize. Ibadah yang dilakukannya sebagai luapan syukur atas segala karunia-Nya. Pada umumnya, kita mengejar malam qadar itu sebagai upaya meraih kebaikan sebanyak-banyaknya secara instan. Ada nilai kemanjaan pada diri kita karena ingin melakukan perbuatan simpel dengan nilai besar.

Kedua, ibarat pelari, Rasulullah Saw telah berlari kencang dari awal untuk mencapai finis. Lebih kencang lagi ketika garis finis itu telah tampak di depan mata. Ini berbeda dengan kita, yang justru sering menyalip di tikungan, dengan langsung mendekati garis finis, tanpa berlari dari start awal. Tak heran, di luar Ramadan, ibadah Rasulullah begitu hebatnya, sementara ibadah kita hanya seperlunya. Sebatas mengejar ketuntasan formal.

Ketiga, Rasulullah juga ingin mendapatkan ampunan pada malam seribu bulan itu. Bonus ampunan memang Allah Swt tebarkan. Namun lihatlah! Setiap hari, setidaknya beliau meminta ampunan pada Allah Swt sebanyak 70 kali, padahal beliau terjaga dari dosa dan telah digaransi surga. Kita lagi-lagi berbeda. Di luar Ramadan, kita lebih sering melupakan permohonan ampun, padahal betapa banyak dan mengaratnya dosa-dosa yang kita lakukan.

Jika diibaratkan pemburu, Rasulullah Saw telah jauh-jauh hari menyiapkan senapan berikut pelurunya. Pada sepuluh hari terakhir Ramadan itulah beliau siap menekan pelatuk untuk menembak sasaran. Sebaliknya, kita hanya menyiapkan senapan tanpa menyediakan peluru. Ibarat berburu tanpa peluru. Kendati malam kadar itu nyata ada, kita tak bisa menembaknya. Tak mampu memanfaatkan nilai strategisnya. Tugas kita, karenanya, memperbaiki diri dan visi beribadah sehingga kita mendapatkan reward terbaik pada Ramadan ini. (*)

 

Tags: Hikmah Ramadan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tak Bawa KTP-El Tetap Bisa Nyoblos

Next Post

Pantang Menyerah Mencari Nafkah demi Kebahagiaan Rumah Tangga

Related Posts

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri
Umum

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

by Aas Arbi
Selasa, 24 Maret 2026 13:19

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID– Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri. Ia menyampaikan...

Read moreDetails

Makna Takwa Usai Ramadan, Prof Ahmad Tholabi: Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Ramadan Relakan untuk Pergi

Puasa Pengendali Emosi

Ramadan Pengendali Amarah

Ramadan dan Integritas Diri

Ramadan Ujian Menahan Kesabaran

Ramadan Wujud Ketaatan

Ramadan dan Kejujuran

Ramadan, Amalan, dan Keutamaannya

Next Post

Pantang Menyerah Mencari Nafkah demi Kebahagiaan Rumah Tangga

Panahan Kota Serang Bidik Juara Umum    

Target Prestasi di PON XX, Banten Gembleng Petinju Usia Muda  

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BPBDPK Pandeglang Evakuasi Pohon Tumbang Usai Hujan Es dan Angin Kencang

BPBDPK Pandeglang Evakuasi Pohon Tumbang Usai Hujan Es dan Angin Kencang

Kamis, 14 Mei 2026 18:01
Pengusaha Angkutan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Ngaku Merugi Akibat Jam Operasional 

Pengusaha Angkutan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Ngaku Merugi Akibat Jam Operasional 

Kamis, 14 Mei 2026 17:54
Libur Panjang, Disdukcapil Lebak Tetap Buka Pelayanan Administrasi Kependudukan

Libur Panjang, Disdukcapil Lebak Tetap Buka Pelayanan Administrasi Kependudukan

Kamis, 14 Mei 2026 17:42
Hujan Es di Pandeglang, BPBDPK Belum Terima Laporan Kerusakan

Hujan Es di Pandeglang, BPBDPK Belum Terima Laporan Kerusakan

Kamis, 14 Mei 2026 17:32
Jalan Ditutup Pagar Kawat Berduri oleh Pemilik Lahan, Ini Tanggapan Kades Cening

Jalan Ditutup Pagar Kawat Berduri oleh Pemilik Lahan, Ini Tanggapan Kades Cening

Kamis, 14 Mei 2026 17:20
Hujan Es Sebesar Kerikil Guyur di Pandeglang

Hujan Es Sebesar Kerikil Guyur di Pandeglang

Kamis, 14 Mei 2026 17:11
BPBDPK Pandeglang Evakuasi Pohon Tumbang Usai Hujan Es dan Angin Kencang

BPBDPK Pandeglang Evakuasi Pohon Tumbang Usai Hujan Es dan Angin Kencang

Kamis, 14 Mei 2026 18:01
Pengusaha Angkutan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Ngaku Merugi Akibat Jam Operasional 

Pengusaha Angkutan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Ngaku Merugi Akibat Jam Operasional 

Kamis, 14 Mei 2026 17:54
Libur Panjang, Disdukcapil Lebak Tetap Buka Pelayanan Administrasi Kependudukan

Libur Panjang, Disdukcapil Lebak Tetap Buka Pelayanan Administrasi Kependudukan

Kamis, 14 Mei 2026 17:42
Hujan Es di Pandeglang, BPBDPK Belum Terima Laporan Kerusakan

Hujan Es di Pandeglang, BPBDPK Belum Terima Laporan Kerusakan

Kamis, 14 Mei 2026 17:32
Jalan Ditutup Pagar Kawat Berduri oleh Pemilik Lahan, Ini Tanggapan Kades Cening

Jalan Ditutup Pagar Kawat Berduri oleh Pemilik Lahan, Ini Tanggapan Kades Cening

Kamis, 14 Mei 2026 17:20
Hujan Es Sebesar Kerikil Guyur di Pandeglang

Hujan Es Sebesar Kerikil Guyur di Pandeglang

Kamis, 14 Mei 2026 17:11

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

BPBDPK Pandeglang Evakuasi Pohon Tumbang Usai Hujan Es dan Angin Kencang

BPBDPK Pandeglang Evakuasi Pohon Tumbang Usai Hujan Es dan Angin Kencang

by Moch. Madani Prasetia
Kamis, 14 Mei 2026 18:01

Tim BPBDPK Pandeglang melakukan evakuasi pohon tumbang di Jalan Tenjolaya, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.

Pengusaha Angkutan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Ngaku Merugi Akibat Jam Operasional 

Pengusaha Angkutan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Ngaku Merugi Akibat Jam Operasional 

by Adam Fadillah
Kamis, 14 Mei 2026 17:54

Perwakilan pengusaha angkutan tambang, Safrudin, mengaku merugi akibat pemberlakuan jam operasional angkutan tambang.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak