slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Cerita di Balik Pembunuhan Balita oleh Pengasuhnya di Cikande

Redaksi by Redaksi
04-08-2018 12:13:43
in Berita Utama, Hukum
Cerita di Balik Pembunuhan Balita oleh Pengasuhnya di Cikande

Sebuah tenda terpasang di depan rumah Ahmad Rojali di Kompleks Griya Asri Cluster Mahoni, Desa/Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Jumat (3/8).

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Keluarga Ahmad Rojali-Sutihati masih berduka. Warga Kompleks Griya Asri, RT/RW 01/11, Desa/Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, itu tidak menyangka anak kesayangannya meninggal di tangan pengasuhnya sendiri, Sani.

ADI MULYADI – SERANG

Baca Juga :

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Terkuak! Ini Motif Istri Bunuh Suaminya Sendiri di Tigaraksa Tangerang

Heboh Pembunuhan Dilakukan Istri Sendiri di Tigaraksa, Korban Diduga Dihabisi Saat Tertidur

Seorang Istri Bunuh Suaminya Sendiri, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan

Kemarin (3/8) sekira pukul 13.00 WIB, Radar Banten mendatangi kediaman Ahmad Rojali-Sutihati di Kompleks Griya Asri, Cikande, Kabupaten Serang. Untuk menemukan rumahnya, tidak terlalu sulit. Dari pertigaan Ambon, Cikande, lurus saja ke arah Kompleks Griya Asri. Kurang lebih empat kilometer dari Jalan Raya Serang-Tangerang.

Sesampainya di kediaman Rojali-Sutihati, tampak kosong. Siang itu Rojali-Sutihati tidak ada di rumah. Pasutri itu sedang berada di Anyar, kediaman orangtua dari Sutihati. Di Anyar itu, anak semata wayangnya yang bernama Ratifah Rafsani (3) dimakamkan. Ratifah meninggal dengan cara mengenaskan karena dibunuh oleh pengasuhnya yang bernama Sani pada Selasa (31/7).

Lalu bagaimana keluarga Rojali mengenal Sani? Menurut penuturan ketua RT 01/11  Ngadino, keluarga Rojali mengenal Sani dari pertemuan yang tidak disengaja di sebuah konter servis handphone. Konter ini tidak jauh dari rumah Sutihati.

Di konter itu, Sani menyampaikan kepada Sutihati bahwa dirinya belum bekerja. Mendengar penuturan itu, Sutihati langsung merasa iba. “Lalu akhirnya ditawari pekerjaan menjadi pengasuh di rumahnya,” ujar Ngadino di kediamannya, kemarin. Mendapat tawaran itu, Sani langsung mengiyakan. Jadilah, Sani pengasuh anak Sutihati, Ratifah.

Kata Ngadino, Sani merupakan seorang janda yang tinggal tidak jauh dari rumah korban, sekitar dua kilometer tepatnya di Kampung Pabuaran, Desa/Kecamatan Cikande. Kurang lebih dua bulan sejak pertemuan di konter handphone, Sani bekerja di rumah Sutihati yang berprofesi sebagai buruh pabrik PT Nikomas, dan Ahmad Rojali sebagai sopir pengantar barang di salah satu perusahaan di Tangerang.

Sani dikenal oleh warga Kompleks Griya Asri sebagai sosok yang pendiam. Ia tidak banyak omong. Warga sekitar tidak menyangka bahwa Sani tega membunuh Ratifah dengan cara dipukul dan dimasukkan ke dalam ember. Pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi dendam kepada majikannya. Memang semenjak Sani bekerja di rumah Sutihati sering ada laki-laki yang main ke rumah. Laki-laki ini yang disinyalir sebagai pacar Sani.

Takut menjadi gunjingan warga kompleks, Ahmad Rozali dan Sutihati beberapa kali menegur Sani untuk tidak menerima laki-laki melewati pukul 22.00 WIB. Sani yang menyimpan dendam karena sering ditegur majikannya nekat membunuh anak majikannya yang masih berusia tiga tahun.

Kata Ngadino, usai pembunuhan warga sempat memergoki Sani keluar meninggalkan rumah majikannya dengan sangat tergesa-gesa sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu Sani beralasan mau pulang. “Sani bilang bahwa di rumah Sutihati ada saudara korban sehingga Sani bisa pulang,” kata Ngadino.

Berselang beberapa jam, Sutihati pulang dari pabrik dan mencari anaknya. Beberapa tetangga ditanya oleh Sutihati, tetapi tidak ada yang melihat Ratifah. Sutihati berusaha untuk menghubungi Sani, tetapi telepon genggamnya tidak diangkat. Sekira pukul 19.00 WIB, Sutihati memutuskan untuk mencuci kaki ke kamar mandi.

Sontak Sutihati terkejut melihat anak kesayangannya ada di dalam ember. Teriakan Sutihati mengundang warga sekitar. Korban digendong ibunya langsung dibawa ke bidan setempat, ternyata korban sudah meninggal dunia.

Ngadino mengatakan, saat kejadian suami Sutihati, Rojali, tidak ada di rumah karena sedang bekerja. Lalu Ngadino memerintahkan warga lain untuk menghubungi Rojali. “Saat dihubungi, suaminya sedang berada di Karawang. Dia (Ahmad Rojali-red) langsung pulang dan tiba di rumah sekira pukul 21.00 WIB,” katanya.

Ia mengaku curiga saat kematian Ratifah Rafsani terjadi karena pengasuhnya, Sani, tidak ada. “Akhirnya saya langsung menghubungi Babinmas Desa Cikande. Polisi langsung datang, dari Polsek Cikande dan Polres Serang,” ujarnya.

Kata Ngadino, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mengumpulkan data-data dan akhirnya polisi berkesimpulan sementara bahwa pelaku adalah Sani. “Polisi saat itu melakukan pengejaran kepada pengasuhnya, sementara jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara Serang. Selesai diautopsi, jenazah korban dibawa ke Anyar untuk dimakamkan,” katanya.

Polisi tidak kesulitan membekuk Sani. Ia dibekuk di sebuah kebun di Nambo Ilir pada Rabu (1/8) dini hari tanpa perlawanan. Saat ini Sani ditahan di Mapolres Serang.

Sementara itu, warga RT 01 Sulastri mengatakan, Sani tergolong orang pendiam. “Kalau untuk kesehariannya biasa, sering juga berbaur kalau sore atau pagi dengan tetangga. Tapi, memang sering ada cowok main ke situ (rumah Sutihati-red),” tandasnya. (*)

Tags: pembunuhan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ada Sekuel Si Doel the Movie, Jika Tembus 5 Juta Penonton

Next Post

Betonisasi Delapan Jalan di Cilegon Telan Rp29 Miliar

Related Posts

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem
Hukum

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

by Mulyadi
Jumat, 17 April 2026 19:54

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menunjukkan celurit yang digunakan 14 anak terduga pembunuh seorang pelajar, Jumat...

Read moreDetails

Terkuak! Ini Motif Istri Bunuh Suaminya Sendiri di Tigaraksa Tangerang

Heboh Pembunuhan Dilakukan Istri Sendiri di Tigaraksa, Korban Diduga Dihabisi Saat Tertidur

Seorang Istri Bunuh Suaminya Sendiri, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan

Pembunuh ART Asal Kasemen Ditangkap, Polresta Serang Kota Ungkap Motif Sakit Hati

Terungkap, Ini Penyebab Kematian ART Asal Kasemen Berdasarkan Hasil Autopsi

Kasus Pembunuhan ART Asal Kasemen, Keluarga Harap Polisi Segera Tangkap Pelaku

Kasus Pembunuhan ART Asal Kasemen, Korban Alami Sekitar 20 Luka Tusuk

Kronologi Pembunuhan Anak Politisi PKS: Tersangka di Dalam Rumah Orangtua Korban Selama 25 Menit

Dijerat Pasal Berlapis, Tersangka Pembunuh Anak Politisi PKS Terancam Penjara Seumur Hidup

Next Post
Betonisasi Delapan Jalan di Cilegon Telan Rp29 Miliar

Betonisasi Delapan Jalan di Cilegon Telan Rp29 Miliar

ACE Hardware, Informa, Toys Kingdom, dan Chatime Hadir di Cilegon

ACE Hardware, Informa, Toys Kingdom, dan Chatime Hadir di Cilegon

Anggaran Pendidikan Gratis Belum Dihitung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pelataran Masjid Banten Lama

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pelataran Masjid Banten Lama

Kamis, 30 April 2026 08:35
Perusahaan Penyedia Air Bersih Dukung Penguatan Alternatif Penggunaan ABT

Perusahaan Penyedia Air Bersih Dukung Penguatan Alternatif Penggunaan ABT

Kamis, 30 April 2026 08:28
Terduga Maling Motor di Cipocok Jaya Dipukuli dan Dimasukkan Warga ke Kandang Ayam

Terduga Maling Motor di Cipocok Jaya Dipukuli dan Dimasukkan Warga ke Kandang Ayam

Kamis, 30 April 2026 08:19
Hari ini Tim Uber Cup Indonesia Ditantang Tuan Rumah Denmark Untuk Berebut Tiket Semi Final

Hari ini Tim Uber Cup Indonesia Ditantang Tuan Rumah Denmark Untuk Berebut Tiket Semi Final

Kamis, 30 April 2026 08:01
Disdukcapil Kabupaten Serang Jalin Kerja Sama dengan RS Citra Arafiq 

Disdukcapil Kabupaten Serang Jalin Kerja Sama dengan RS Citra Arafiq 

Kamis, 30 April 2026 07:56
Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT SBM, Terdakwa Dirut PT ITAI Harapkan Vonis Sesuai Fakta Persidangan

Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT SBM, Terdakwa Dirut PT ITAI Harapkan Vonis Sesuai Fakta Persidangan

Kamis, 30 April 2026 07:46
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pelataran Masjid Banten Lama

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pelataran Masjid Banten Lama

Kamis, 30 April 2026 08:35
Perusahaan Penyedia Air Bersih Dukung Penguatan Alternatif Penggunaan ABT

Perusahaan Penyedia Air Bersih Dukung Penguatan Alternatif Penggunaan ABT

Kamis, 30 April 2026 08:28
Terduga Maling Motor di Cipocok Jaya Dipukuli dan Dimasukkan Warga ke Kandang Ayam

Terduga Maling Motor di Cipocok Jaya Dipukuli dan Dimasukkan Warga ke Kandang Ayam

Kamis, 30 April 2026 08:19
Hari ini Tim Uber Cup Indonesia Ditantang Tuan Rumah Denmark Untuk Berebut Tiket Semi Final

Hari ini Tim Uber Cup Indonesia Ditantang Tuan Rumah Denmark Untuk Berebut Tiket Semi Final

Kamis, 30 April 2026 08:01
Disdukcapil Kabupaten Serang Jalin Kerja Sama dengan RS Citra Arafiq 

Disdukcapil Kabupaten Serang Jalin Kerja Sama dengan RS Citra Arafiq 

Kamis, 30 April 2026 07:56
Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT SBM, Terdakwa Dirut PT ITAI Harapkan Vonis Sesuai Fakta Persidangan

Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT SBM, Terdakwa Dirut PT ITAI Harapkan Vonis Sesuai Fakta Persidangan

Kamis, 30 April 2026 07:46

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pelataran Masjid Banten Lama

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pelataran Masjid Banten Lama

by Fahmi
Kamis, 30 April 2026 08:35

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan area pelataran Masjid Agung Banten Lama, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota...

Perusahaan Penyedia Air Bersih Dukung Penguatan Alternatif Penggunaan ABT

Perusahaan Penyedia Air Bersih Dukung Penguatan Alternatif Penggunaan ABT

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 30 April 2026 08:28

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-  Perusahaan penyedia air bersih di Serang dan Cilegon mengaku siap untuk mendukung upaya konservasi air bawah tanah dengan melakukan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak