SERANG – Walikota dan Wakil Walikota Serang Tb Haerul Jaman-Sulhi dengan Walikota dan Wakil Walikota Serang terpilih Syafrudin-Subadri Usuludin sepertinya ‘rebutan kebijakan’ dalam pembahasan APBD 2019.
Jaman-Sulhi akan mengakhiri masa jabatannya 5 Desember nanti, tapi keduanya mengundurkan diri karena akan maju pada Pileg 2019. Keduanya resmi mundur saat penetapan daftar calon tetap (DCT) anggota legislatif pada 20 September nanti.
Syafrudin-Subadri sudah ditetapkan KPU Kota Serang sebagai walikota dan wakil walikota Serang terpilih. Keduanya yang tinggal menunggu pelantikan, ingin anggaran 2019 sesuai dengan kebijakan dan program yang akan dilanjutkan pada tahun pertama kepemimpinan.
Wakil Walikota Serang Sulhi yang saat ini menjabat sebagai Plh Walikota Serang mengatakan, komposisi APBD tahun depan masih kebijakan dirinya dan Jaman. “Di APBD 2019, walikota dan wakil walikota terpilih belum masuk,” ujar Sulhi di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Terkait dengan program 100 hari pertama kerja walikota dan wakil walikota terpilih, ia mengatakan, sepanjang organisasi perangkat daerah (OPD) mengusulkan maka akan teranggarkan. Namun apabila tidak ada, akan bertentangan.
“Kalau ada program yang akan dilaksanakan walikota terpilih, harus dari awal masuk dalam rancangan,” ujar Sulhi. Misalnya, lanjut dia, program itu datang dari masyarakat yang disampaikan dalam musrenbang.
Kata dia, Syafrudin-Subadri belum bertemu secara formal. Namun, ia pernah beberapa kali bertemu secara informal.
Sementara itu, Walikota Serang terpilih Syafrudin mengaku telah bertemu Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Serang, yakni Sekda Kota Serang Tb Urip Henus dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno. Bahkan, visi misinya telah disampaikan ke TAPD untuk dijabarkan.
Kata dia, ada tiga hal yang ditekankan di APBD 2019 nanti, yakni persoalan sampah, penataan pedagang, dan mengatasi kemacetan. Selain itu, yang juga menjadi fokus pada APBD tahun depan, yakni pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
Meskipun tahun depan adalah tahun pertama ia dan Subadri menjabat, program yang telah dilakukan Jaman-Sulhi tetap akan dilanjutkan. Misalnya, rencana pembangunan Masjid Raya Kota Serang di Alun-alun Barat dan kelanjutan pembangunan RSUD Kota Serang. “Insya Allah, akan dilanjutkan,” tutur Syafrudin.
Ia mengaku memang belum bertemu langsung dengan Jaman dan Sulhi secara formal untuk pembicaraan anggaran tahun depan. “Saya belum ketemu,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kota Serang Djoko Sutrisno secara terpisah menjelaskan, tahapan APBD tahun depan sudah sampai verifikasi rencana kegiatan dan anggaran (RKA) OPD. “Tahun depan merupakan tahun pertama walikota dan wakil walikota terpilih. Tapi memang banyak program yang beririsan antara walikota dan wakil yang lama dengan yang terpilih,” terangnya.
Yang pasti, tambah Djoko, tiga program untuk 100 hari pertama kerja Syafrudin-Subadri sudah terakomodasi. Ia mengakui telah bertemu Syafrudin dan tim suksesnya untuk membicarakan APBD tahun depan.
“Keinginan walikota baru harus diakomodasi. Memang tidak ada tim transisi, hanya tim sukses saja,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Serang Namin mengatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan antara TAPD dan Badan Anggaran terkait APBD tahun depan. Namun, berdasarkan peraturan perundang-undangan, anggaran tahun depan tentu saja didasari visi misi walikota dan wakil walikota terpilih. Apalagi, walikota dan wakil walikota yang saat ini masih menjabat sudah membuat laporan pertanggungjawaban.
“Harus benar-benar menyesuaikan walaupun belum pelantikan,” tuturnya. (Rostinah/RBG)










