CILEGON – DPD Golkar Kota Cilegon resmi menyerahkan hasil pleno terkait penetapan Ratu Ati Marliati sebagai calon wakil walikota Cilegon yang akan diusulkan mendampingi Edi Ariadi di sisa masa jabatan kepada DPD Golkar Banten. Penyerahan dokumen serta permohonan rekomendasi yang diserahkan Sekretaris DPD Golkar Cilegon Sutisna Abas dan diterima langsung Ketua DPD Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah di pendopo bupati Serang, Kamis (18/10) siang.
Sutisna Abas mengatakan, penyerahan hasil pleno penetapan Ratu Ati Marliati sebagai calon wakil walikota yang akan diusung DPD Golkar Cilegon kepada DPD Golkar Banten merupakan salah satu mekanisme partai yang harus ditempuh. “Mekanismenya memang seperti itu. Semacam pemberitahuan lah kepada atasan, bagaimanapun jalur partai harus ditempuh,” kata Sutisna kepada Radar Banten, saat ditemui di kantor sekretariat DPD Golkar Cilegon, Kamis (18/10) siang.
Katanya, proses selanjutnya adalah menunggu rekomendasi dari DPP Golkar. Setelah rekomendasi dari DPP terbit, baru akan dilakukan tahapan pengajuan melalui fraksi Golkar yang ada di DPRD Cilegon. “Kita tunggulah sampai semua tahapan selesai. Setelah ini, DPD Golkar Banten akan melayangkan pemberitahuan ke DPP dan selanjutnya kita tunggu rekomendasi turun,” bebernya.
Sutisna menambahkan, tahapan selanjutnya adalah melakukan komunikasi politik dengan seluruh partai koalisi Iman-Edi. “Tahapan ini memang belum kami lakukan. Kalau hanya sekadar obrolan biasa dengan partai koalisi sudah terjalin, resminya belum. Tahapan ini akan kita lakukan setelah Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi dilantik menjadi walikota definitif,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Banten Bahrul Ulum saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari DPD Golkar Cilegon terkait pencalonan Ratu Ati Marliati sebagai calon wakil walikota Cilegon yang akan diusung. “Ya, tadi pagi (kemarin pagi-red) kita terima suratnya dan secepatnya kita rekomendasikan ke DPP,” ucapnya melalui pesan singkat.
Biasanya, lanjut Ulum, proses rekomendasi dari DPP tidak membutuhkan waktu lama. “Biasanya enggak lama lah, Kang. Tapi, tergantung kebutuhan juga. Memang tahapannya (pencalonan wakil walikota-red) sudah? Kan belum. Jadi, masih ada waktu lah,” tandasnya. (Andre AP/RBG)










