CIRUAS – Pabrik produksi baja bernama PT Shiva Sakti Steel di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas terbakar, Kamis (15/11). Akibat kebakaran, sebanyak lima karyawan pabrik mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Pantauan Radar Banten pukul 18.30 WIB, kepulan asap masih terlihat dari atap pabrik. Namun, suasana di lokasi kebakaran sepi, pintu gerbang pabrik juga tertutup rapat. Tampak beberapa petugas kepolisian dan tim pemadam kebakaran (damkar) lalu lalang di sekitar kawasan pabrik. Radar Banten yang hendak meliput kejadian sempat dihadang oleh petugas keamanan setempat. Bahkan, di lokasi Radar Banten dilarang meliput dan diusir oleh seseorang yang diduga mandor proyek di pabrik. “Tidak boleh masuk, silahkan ke luar,” ketusnya.
Sementara itu, warga yang mengaku sebagai salah satu karyawan PT Shiva Sakti Steel, Juned mengatakan, sebelum kebakaran sempat terjadi ledakan sekira pukul 04.00 WIB saat mesin produksi sedang beroperasi. “Awalnya ada ledakan, kemudian apinya menyemburkan percikan kecil,” ungkapnya.
Juned mengaku, tidak melihat kejadian saat mesin produksi meledak. Menurutnya, api masuk melalui tempat besi rongsokan dimana di dalamnya terdapat banyak tumpukan oli bekas. Atas kejadian itu, lanjutnya, sedikitnya lima karyawan pabrik mengalami luka-luka. Satu di antaranya bahkan menjabat sebagai Manajer Produksi yang mengalami luka bakar cukup serius.
“Yang parah Pak Edi Rusmana (menyebut nama Manajer Produksi-red). Yang lainnya luka ringan saja, tapi semua sudah dibawa ke Rumah Sakit Hermina,” tandasnya.
Karyawan lainnya, Ifan mengungkapkan, pabrik sempat beroperasi selama dua jam setelah terjadi kebakaran. Mesin operasi baru dihentikan begitu kepulan asap di pabrik semakin membesar. “Petugas Damkar datang siangnya ke sini (pabrik-red),” ungkapnya.
Sepengetahuan Ifan, kebakaran kemarin merupakan kali kedua terjadi di pabrik yang sudah berdiri sekira empat tahun. “Kebakaran sebelumnya enggak ada korban. Ledakan sih sudah biasa. Tapi, enggak semua ledakan berpotensi kebakaran. Kalau percikannya besar baru kebakaran,” terangnya.
Terkait itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, sumber api yang membakar pabrik di Ciruas berasal dari besi yang sedang dilebur. Kejadiannya, kata Nana, berlangsung sekira pukul 04.00 WIB. Namun, kepulan asap mulai pekat sekira pukul 06.00 WIB. Untuk memadamkan api, pihaknya meluncurkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran melakukan pananganan kebakaran hingga pukul 18.30 WIB. “Sampai sekarang (semalam-red) masih penanganan,” ujarnya. (Rozak/RBG)











