CILEGON – Walikota Cilegon Edi Ariadi dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suyanto menekan nota kesepahaman di aula Setda Kota Cilegon, Selasa (21/5). Turut menyaksikan Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Maman Mauludin dan jajaran pejabat Pemkot Cilegon, di aula Setda Kota Cilegon, Selasa (21/5).
Usai penandatanganan nota kesepahaman, Adi Suyanto menjelaskan, peran kepala daerah sangat penting dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi di pemerintahan. Baik dalam hal yang bersifat administrasi maupun pelayanan publik, kesehatan, serta pendidikan.
“Harus bisa memberikan arahan, mengeluarkan kebijakan yang mendorong pegawai untuk mau terus berinovasi,” ujar Adi.
LAN menilai, sejauh ini Pemkot Cilegon sudah banyak melakukan inovasi. Namun, inovasi-inovasi tersebut belum tertata serta terarah. “Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan seluruh inovasi yang dilahirkan oleh Pemkot Cilegon bisa tertata dan terarah,” katanya.
Walikota Cilegon Edi Ariadi mengakui inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh Pemkot Cilegon selama ini belum tertata. Kata Edi, selama ini sejumlah pejabat Pemkot Cilegon telah banyak melahirkan inovasi. Hal itu tak lain karena saat ini kurikulum pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) baik tiga maupun empat mengharuskan pejabat melakukan inovasi daerah. Namun, hasil inovasi-inovasi itu belum terinventarisasi.
“Sekarang harus mulai,” ujar Edi.
Ke depan, dengan pendampingan LAN, inovasi-inovasi yang akan dilahirkan akan terarah serta diinventarisasi dengan baik. Sehingga, seluruh aspek pelayanan publik terhadap masyarakat bisa lebih baik. (Bayu Maulana)










