Mempunyai suami mapan dan mandiri, adalah impian bagi Ratih (27) nama samaran. Itulah alasannya memilih Parjo (28) bukan nama sebenarnya, sang sarjana teknik menjadi pasangan hidup. Tapi, bukannya kerja di pabrik ternama, Parjo malah berjualan sembako mengikuti jejak orangtua Ratih.
“Dia enggak punya ilmu dagang, sok sokan mau jadi pengusaha, bukannya untung malah buntung, habis uang saya dipake modal,” tukas Ratih yang baru tiga bulan lalu resmi menjanda.
Ditemui Radar Banten di Kecamatan Taktakan, Jumat (24/9) Ratih siang itu sedang menyapu halaman rumah. Saat diajak mengobrol, ternyata malah curhat soal unek-uneknya kepada suami.
Bagi Ratih, menjadi pedagang atau pengusaha apa pun, membutuhkan waktu lama dan tak menentu agar bisa sukses. Begitulah yang dialami kedua orangtuanya, sepuluh tahun lebih berjualan tetap hidup susah dan tak ada perubahan. “Makanya saya pengin suami tuh kerja pabrik, biar keuangan bisa aman, enggak kayak gini, capek saya hidup susah,” tukas Ratih. Duh sabar ya Teh.











