CILEGON – Warga Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon memprotes kegiatan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 9-10.
Protes dilakukan karena masyarakat merasa tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja pada proyek tersebut.
Protes diungkapkan warga dalam hearing di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.
Dalam kesempatan itu, masyarakat merasa dianaktirikan lantaran warga lokal yang bekerja di proyek tersebut minim.
Pembangunan mega proyek pembangkit listrik di Suralaya itu dinilai masih banyak mendatangkan pekerja dari luar daerah. Sementara warga Suralaya belum maksimal dilibatkan dalam proyek tersebut.
“Saya lihat tenaga kerjanya banyak dari luar. Ring 1 ada 3 itu kami nggak setuju, di Amdal disebut prioritas (warga) Suralaya, jadi prioritas selama warga Suralaya skill itu ada, tidak ada itu dari luar,” ujar Budi, salah satu warga Suralaya, Senin (8/11).











