Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Hasbi Sidik menyebut kondisi jumlah pengangguran di Kota Baja tertinggi kedua se-Banten merupakan hal yang sangat miris. Hal ini terjadi karena tidak adanya sikap tegas dari pemerintah daerah dalam menjalankan segala komitmen yang telah dibangun bersama industri.
Hasbi mencontohkan, saat ini industri setiap membuka lowongan kerja selalu melaporkan kepada pemerintah, tapi siapa yang diterima dan dari mana asalnya tidak diketahui.
“Memang sudah open, secara prosedur dilakukan, terkadang harus kita akui prosedur tetap dijalankan, tapi kenyataan diam-diam ada calon, mungkin dari keluarga,” ujarnya.
Untuk itu perlu ada ketegasan dari pemerintah agar masyarakat bisa menikmati keberadaan industri yang ada di Kota Cilegon.
Kompetensi disebut, menurut Hasbi, kerap jadi alasan industri untuk menerima masyarakat Cilegon, padahal menurutnya, jika sudah diberikan kepercayaan, masyarakat Cilegon bisa bersaing dari luar daerah dan bekerja dengan baik. (bam/air)











