PTPN VIII memiliki 34 unit kebun dan dua unit usaha yang bergerak dibidang agrowisata dan industri hilir teh. “Komoditi yang dikelola berupa teh, karet dan kelapa sawit. Terdapat tiga kebun sawit dan satu PKS PTPN VIII di daerah Provinsi Banten yaitu Kebun Kertajaya, Bojongdatar, Cisalak Baru, PKS Ini Kertajaya,” ungkap Yudayat.
Yudayat mengatakan, sebagai agent of development PTPN VIII sebagai bagian dari BUMN berperan aktif dalam mendukung kegiatan pembangunan baik ditingkat nasional maupun daerah. “Selain penghasil devisa negara, PTPN VIII juga dalam pembayaran pajak, program tanggungjawab sosial dan lingkungan,” kata Yudayat.
Sementara Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian PTPN VIII terhadap Polri. Rudy mendapat informasi bahwa PTPN VIII memberikan lahannya untuk pembangunan Mako Polres Lebak. “Ternyata Mako Polres Lebak berdiri diatas lahan PTPN VIII, luar biasa ini (kepedulian PTPN VIII-red),” ujar Rudy yang disambut riuh tepuk tangan para pejabat utama Polda Banten, Kapolres Lebak dan Kapolres Pandeglang.
Rudy berharap, kerjasama tersebut terus terjalin baik kedepannya. Dalam sambutannya tersebut, Rudy memberikan perintah kepada Kapolres Lebak AKBP Teddy Rayendra dan Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah untuk menjalankan nota kesepahaman yang dibuat antara Polda Banten dan PTPN VIII. Perwira tinggi Polri itu tidak ingin persoalan gangguan operasi yang dihadapi PTPN VIII kembali muncul. “Jangan sampai ada keluhan lagi terkait pencurian, penyerobotan lahan dan lain-lain. Lakukan patroli sekaligus cek lokasi wilayah masing-masing,” kata Rudy.










