Fashion Show menurut Alpedi merupakan bagian kebudayaan cara berpakaian, nilai-nilai warisan nenek moyang. Oleh karena itu Pemkot Serang berkepentingan mengembangkan nilai-nilai budaya.
“Sehingga anak-anak bisa mengenal batik khas kota Serang, termasuk batik Kota Serang bisa tersosialisasikan kepada masyarakat luas,” katanya.
“Kami mengapresiasi agar ke depan Batik Kota Serang bisa bersaing dengan batik Jogyakarta, Solo, Pontianak, Banjarmasin,” tambah Alpedi.
Kabid Kebudayaan pada Dindikbud Kota Serang Evie Sofiyah Usman mengatakan, kegiatan yang diikuti sekitar 100 pelajar di Kota Serang ini selain mempererat silaturrahmi juga menyosialisasikan batik khas Kota Serang.
“Batik sebagai identitas Kota Serang, dengan kegiatan ini dapat mempromosikan keindahan batik Kota Serang,” terangnya.
Evie menjelaskan, dalam fashion show tersebut, para peserta menggunakan pakai batik Kota Serang dengan berbagai motif. Ada enam motif batik yang ada yaitu motif batik bedug, sawung pathok, menara, sate bandeng, paduraksa, almadad.
“Kami ingin menyosialisasikan, agar batik Kota Serang dikenal secara nasional atau bahkan Internasional,” katanya. (Fauzan Dardiri)











