DIEVALUASI
Sebelumnya, Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr Lili Romli mengungkapkan sejumlah capaian dan prestasi program pembangunan yang telah diraih Pemprov Banten terutama dalam sektor pembangunan infrastruktur tahun 2021 patut diapresiasi, namun dari sisi reformasi birokrasi banyak hal yang harus dievaluasi.
“Tahun ini banyak sekali penghargaan yang diraih pemprov atas keberhasilannya melaksanakan pembangunan infrastruktur, sayangnya terlalu fokus pada pembangunan fisik, birokrasi di pemprov justru kedodoran,” kata Lili saat menjadi narasumber diskusi “Refleksi Kinerja Pemprov Banten tahun 2021” di Gedung Serba Guna (GSG) DPRD Banten, Kamis (30/12).
Ia melanjutkan, reformasi birokrasi di tubuh pemprov justru jalan di tempat lantaran banyaknya jabatan kepala OPD yang dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Ini yang harus dibenahi tahun depan. “Banyaknya jabatan kepala dinas yang diisi Plt membuat program pembangunan tidak optimal,” bebernya.
Padahal, lanjut Lili, pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2021 mengalami perbaikan yang signifikan, namun angka pengangguran dan kemiskinan masih saja tinggi di Banten.
“Untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, membutuhkan sinergitas semua OPD, sehingga birokrasinya harus mendukung,” tegasnya.
Dalam empat tahun terakhir, tambah Lili, Banten masih menjadi lumbung pengangguran di Indonesia. Meskipun berdasarkan data BPS, angkanya mengalami penurunan setiap tahun.











