Terkait kasus varian baru Omicron yang mudah menular meskipun gejalanya ringan. RSUD Banten Diminta Fitron harus memastikan kesiapan tenaga kesehatannya.
*Tadi juga sudah kita cek, bahwa ternyata tekanan Omicron tidak sedahsyat tekanan Delta. Jadi ini menjadi suatu kesempatan bagi rumah sakit untuk menata, bisa dioptimalkan sehingga, in case jaga-jaga suatu saat nanti tekanan Omicron lebih tinggi dari Delta, RSUD Banten bisa lebih siap,” ungkapnya.
Fitron berharap, penyebaran Covid-19 di Banten bisa segera dikendalikan oleh Dinkes Banten dalam sisi pencegahan dan RSUD Banten dari sisi penanganan.
“Gedung RSUD 8 lantai yang baru ini harus dioptimalkan. Kita kebut untuk pengoptimalisasian, jadi gedung yang lama khusus untuk ibu dan anak, yang baru lebih fokus untuk ke penanganan Covid-19. Sangat efektif lah,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho mengatakan, pasien terpapar Covid-19 yang dirawat di RSUD Banten masih normal dan belum ada lonjakan yang berarti. Ia menerangkan, kapasitas tempat tidur di RSUD khusus pasien Covid-19 berjumlah 100. Namun untuk ruang ICU hanya 10 tempat tidur.
“ICU kita sekarang 10 tempat tidur, kita bisa tingkatkan sampai 25. Tempat tidur biasa 100,” terangnya.
Menurutnya, saat ini RSUD Banten sudah bisa merawat pasien umum sejak September 2022.
“Sejak September 2020 kita sudah buka untuk umum. Sekarang variasi dari Banten, kebanyakan dari Serang,” paparnya.










