SERANG – Kepala SDN Pamarican 1 Komarudin mengatakan, kondisi air sejak dua hari lalu belum surut. Ketinggian air di bagian dalam sekolah mencapai 40 centimeter.
“Ya jadi tadi pagi jam 9.00 WIB saya ke sekolah masih belum surut. Saya pun tidak masuk ke halaman sekolah,” ujarnya.
Komarudin mengatakan, pada saat puncak banjir ketinggian air sampai satu meter. Meski di tempat lain sudah surut, letak sekolah di bawah jalan mengakibatkan air masih tergenang.
“Ini banjir ini dari tanggal 1 Maret sampai saat ini belum surut airnya, karena tidak bisa mengalir sekolah lebih rendah dari jalan,” katanya. Komarudin mengaku masih menunggu bantuan BPBD Kota Serang untuk menyedot air.
Sekretaris Dindikbud Kota Serang Sarnata mengatakan, pihaknya telah meminta kepala sekolah yang terdampak banjir untuk segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang. “Ada 11 sekolah yang terdampak banjir. Paling parah di SDN Pamarican 1 di Kasemen,” kata Sarnata kepada Radar Banten, Kamis (3/3/2022).
Sarnata mengaku telah mengimbau kepada pihak sekolah, mulai dari penanganan banjir hingga pasca banjir. “Sekarang pihak sekolah telah membersihkan lumpur, bekas banjir,” terangnya.
Sarnata mengatakan, bagi yang sekolahnya terdampak banjir agar tak melaksanakan KBM tatap muka hingga kondisi sekolah bersih. “Kami meminta kepala sekolah, untuk menunda pelaksanaan KBM tatap muka,” katanya.
“Jangan sampai, KBM dibuka kondisi sekolah masih kotor. Kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Seperti, anak sakit dan lainnya,” beber Sarnata. (fauzan)











